Mari fahami tentang pinjaman polis[gadai polis] dalam asuransi jiwa.

Ternyata di Indonesia juga tentang pinjaman polis asuransi jiwa ada. mungkin benar yang disampaikan Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), bahwa yang menjadi kendala utama adalah kurangnya sosialisasi[bisnis.com], dan akhirnya layanan yang ada tidak dimanfaatkan maksimal oleh pemegang polis.

Pinjaman polis ini atau gadai polis sebenarnya dapat diakses oleh nasabah yang telah memiliki nilai tunai dalam perhitungan akumulasi preminya. tentu perlu lebih 1 tahun mungkin, sebab perusahaan asuransi umumnya menghabiskan premi dari tertanggung ditahun pertama untuk bonus para agen asuransi :-) baca juga: dana ditahun pertama biasanya habis untuk bonus agen.

Mungkin bukan berarti tidak mau memanfaatkan fasilitas pinjaman polis asuransi jiwa, bisa jadi tertanggung/pemegang polis asuansi jiwa sendiri tidak tahu adanya layanan dimaksud. Bahkan bisa jadi ada juga agen asuransi yang tidak tahu tentang layanan pinjaman polis asuransi jiwa.

Sejujurnya, selama mengenal asuransi justru baru kali ini ada istilah pinjaman polis asuransi jiwa atau istilah lainnya gadai polis asuransi jiwa, kenapa ya..? apa saya kurang gaul :-) secara awan tahu bahwa kita akan mendapatkan uang manakala kita tertanggung mengalami resiko yang ditanggungkan yakni kematian atau cacat seumur hidup atau perlindungan lainnya yang termasuk kedalam program proteksi dari produk asuransi yang bersangkutan, dan akhirnya ahli waris kita mendapatkan manfaat keuangan yang diperjanjikan setelah mengajukan klaim sesuai prosedur yang telah diteapkan perusahaan asuransi jiwa terkait.

Dikatakan, bahkan OJK-pun berniat untuk mendorong perusahaan asuransi untuk berpartisipasi menghidupkan peluang layanan pinjaman polis/gadai polis sebagai alternatif sumber pembiayaan bagi masyarakat, yang tentunya secara ideal dapat mendorong laju pertumbuhan perekonomian.

Menarik bukan? langkah selanjutnya, maksudnya setelah memiliki polis asuransi jiwa :-) adalah silahkan hubungi agen asuransi jiwa anda dan tanyakan tentang fasilitas/layanan gadai polis/pinjaman polis asuransi jiwa ini, semoga anda dapat memaksimalkan sumber pembiayaan untuk mendapatkan manfaat yang maksimal pula.

Seperti yang dituliskan pada awal paragrap diatas, perthitungannya besaran kewajiban atas pinjaman harus tidak melebihi besarnya nilai polis yang dimiliki tertanggung. Secara teknis dapat didefinisikan pula penerima manfaat apabila terjadi resiko yang dipertanggungkan yakni; cacat seumur hidup dan atau meninggal dunia maka bank pemberi pinjaman akan menjadi ahli waris / penerima manfaatnya.

Tentu saja konsep seperti ini bukan sesuatu yang baru, kita bisa fahami ketika kita mengajukan pinjaman untuk kebutuhan 'mendesak' diawal perjanjian pinjaman adalah hal yang lumrah pula disertakan pula asuransi agar supaya manakala terjadi resiko atas peminjama asuransi yang akan menyelesaikan utang piutang, tanpa membebani ahliwaris.
...
Read More »

..negeriku, antara nasionalisasi dan privatisasi

Tulisan ini hanya sekedar curhat, mungin tak nyambung juga dengan tema asuransi, tapi mari kita coba paksakan saja :-) toh apapun asuransinya tak terlepas dari keadaan suatu negara beserta kondisi ekonomi politik yang ada didalamnya bukan? beberapa detik yang lalu, setelah jalan-jalan mencari ide yang segar untuk dituliskan di blog asuransi keluarga ini ternyata..

Di website-website nasional tentang bisnis rata-rata / hampir semua warta yang ada berisikan tentang bagaimana asset negara dijual ke bangsa asing/aseng atau bagaimana keberhasilan dan berbagai ikhtiar rezim penguasa negeri untuk mendatangkan investor untuk ambil untung dinegeri ini, bahkan sampe dipuja-puji jika bangsa lain 'mempercayakan dananya diparkir dinegara ini' :-(

..negeriku, antara nasionalisasi dan privatisasi
Sedih rasanya ati ini, tapi mungkin cuma aku aja yang perasa ya.. kenapa coba rezim yang berkuasa mempunyai kebijakan yang 'pro rakyat' gituh jauh lah kalo mikir 'pro ummat' mah. ya hikmah yang 'instant' yang dapat kita petik ialah;'jangan salah pilih pemimpin'. Dimana haga diri kita ketika orang yang ngemis-ngemis malah dipuji, padahal pujuan nya hanya sandiwara belaka. orang bicara jujur, katanya;'ente ga bermain elegan, bro, hati-hati'.

Apakah idealisme dan nasionalisme sudahkah basi sekarang ini? kita mendefinisikan 'kenyataan' dengan cara berbeda kan? kebutuhan untuk hidup 'enak', punya kendaraan bagus, tabungan dan deposito, saham dan jaminan hari tua adalah 'nyata' dan sebaliknya kebanggan, kehormatan, harga diri mungkin sudah berganti menjadi sesuatu yang tak nyata dan tak perlu nyata? nah, jawabnya pake hati nih, soalnya takut ngeles klo pake otak mah :-D

Nasionalisasi dan Privatisasi

definisi.
Nasionalisasi adalah proses di mana negara mengambil alih kepemilikan suatu perusahaan milik swasta atau asing. Apabila suatu perusahaan dinasionalisasi, negara yang bertindak sebagai pembuat keputusan. Selain itu para pegawainya menjadi pegawai negeri. Lawan dari nasionalisasi adalah privatisasi.[wikipedia]
Privatisasi sering diasosiasikan dengan perusahaan berorientasi jasa atau industri, seperti pertambangan, manufaktur atau energi, meski dapat pula diterapkan pada aset apa saja, seperti tanah, jalan, atau bahkan air.Secara teori, privatisasi membantu terbentuknya pasar bebas, mengembangnya kompetisi kapitalis, yang oleh para pendukungnya dianggap akan memberikan harga yang lebih kompetitif kepada publik. 
Sebaliknya, para sosialis menganggap privatisasi sebagai hal yang negatif, karena memberikan layanan penting untuk publik kepada sektor privat akan menghilangkan kontrol publik dan mengakibatkan kualitas layanan yang buruk, akibat penghematan-penghematan yang dilakukan oleh perusahaan dalam mendapatkan profit.[wikipedia]
tentu definisi-definisi diatas merupakan bahasa formal akademis, mungkin jika menggunakan bahasa sederhana orang biasa-biasa yang punya keyakinan kapitalis dan sosialis bukan 'kita'[idealnya kita ada diatara itu] mah yang menyambung fenomena atas trend kekinian bahwa setiap pergantian rezim selalu ada saja 'ritual wadal' privatisasi perusahaan berlabel 'hajat hidup' rakyat Indonesia, kurang lebih seperti ini;

Nasionalisasi, adalah suatu kata yang mulai jarang[atau mungkin sudah hilang?] digunakan didalam kehidupan berbangsa dan bernegara terutama didalam ekonomi khususnya ekonomi makro. Nasionalisasi sekarang hanya ada pada tatarah khayal belaka, sebab sudah tidak realistis lagi untuk dibawa ke alam nyata karena adanya ancaman konsekuensi destablilitas negeri jika sang rezim boneka tak ikut order untuk privatisasi dalam segala hal.

Seperti kata pepatah; "..cinta dunia takut mati." oh, ups.. bukan pepatah ya itumah kalao tak salah dari hadits kan? :-D bayangkan berbagai industri hajat hidup rakyat dimiliki rakyat, berbagai produk dan layanan menjadi murah, selanjutnya pendapatan yang dimiliki rakyat bersisa untuk reinvestasi diberbagai peluang untuk lebih sejahtera lagi dan memberikan kebaikan bukan saja ke pada rakyat di suatu negeri tetapi mungkin kepada ummat manusia segara global.... tapi sayangnya itu hanya sebatas mimpi :-(

Privatisasi, adalah suatu ritual persembahan yang menjadi trend disetiap pergantian rezim yang berkuasa di negara ketiga, sebagai bukti ketundukan kepada penguasa diatasnya dan sebagai asuransi, mungkin boleh dikatakan premi asuransi berkuasa atau asuransi dana pensiun(tentu bukan jenis asuransi dana pensiun syariah) sang rezim[dkk] penguasa?..wkwkwk. Entah bagaimana ini semua berakhir, bagaikan proses yang tanpa akhir, semua tanpa terkecuali dijual ke fihak asing, dengan alasan untuk merevitalisasi, menyegarkan, memaksimalkan kinerja atau apapun alasannya.. sebetulnya gampang untuk lihat kebusukan hati seseorang ;-) jangan dengan apa yang diucapkan tapi perhatikan apa yang menjadi kebijakannya. Dan jangan lupa tetap perhatikan sebab kebijakan yang tidak bisa bisasaja luput dari perhatian kita karena 'mereka' alihkan perhatian kita pada isue yang menguras energi ummat[misal kasus pembunuhan pake racun yang dibuat sangat heboh]... waspadalah!

semoga tercerahkan, dan menjadi amal soleh untuk yang nulisnya ;-)
Read More »

Mengenal istilah rider dalam asuransi

Definisi

Sebagai orang yang baru mengenal sistem asuransi tentu ketika berhadapan dengan asuransi, kita akan 'sedikit' dibingungkan karena banyak istilah yang terdapat didalam sistem asuransi salah satunya; istilah rider.

Pengalaman pribadi bertemu dengan istilah Rider[manfaat tambahan] sewaktu membeli polis produk asuransi syariah asuransi pendidikan, dimana terdapat Rider yang dapat diambil, biasanya Rider dalam suatu produk asuransi diambil akan membawa konsekuensi pada kewajiban yang harus dibayarkan[rider tidak gratis], premi yang dibayarkan menjadi lebih mahal.

Definisi Rider menurut AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia):
"Sekumpulan provisi khusus atau tambahan dalam polis asuransi jiwa, yang ditambahkan untuk memperkuat dan melengkapi cakupan dari polis dasar beserta manfaatnya".

 

Jenis/istilah Rider.

1. Penghapusan Premi / Manfaat Tambahan Bebas Premi ( Waiver of Premium )
manfaat berupa penghapusan kewajiban premi bilamana tertanggung mengalami cacat total atau permanen, juga klaim akan dibayar secara penuh tatkala tertanggung meninggal.

2. Kematian Akibat Kecelakaan ( Accidental Death )
Manfaat yang menawarkan ganti rugi dua kali lipat dari nominal yang di asuransikan (Uang Pertanggungan ) Nominal tunjangan dibayarkan dari Rider ini sama dengan jumlah yang di asuransikan, manfaat ini kerap disebut dengan istilah ganti rugi ganda ( double indemnity )

3. Cacat Permanen ( Permanent Disability )

Rider yang menawarkan penghapusan premi yang akan jatuh Tempo, ketika tertanggung mengalami cacat permanen karena kecelakaan. Kebanyakan perusahaan asuransi jiwa menawarkan manfaat ini dengan penghapusan Premi sekaligus satu paket.

4. Penyakit Kritis ( Critical Illness )
Manfaat ini di rencanakan untuk menjamin tertanggung jika pemegang polis divonis menderita penyakit kritis, tetapi harus menjadi catatan peraturan tentang ini di setiap perusahaan asuransi mungkin berbeda, salah satu contohnya di level kritis mana manfaat akan diterima perlu diketahui terlebih dahulu

5. Manfaat Tambahan Berjangka ( Term Additional Benefit )
Nilai manfaat tambahan berjangka ini umumnya berdasarkan rasio dari nilai dasar Asuransi Jiwa tertanggung, misalnya 3 banding 1 atau 5 banding 1. Besarannya tergantung dari perusahaan asuransi masing2.

6. Manfaat Tambahan Rumah Sakit ( Hospital Cash / Income Benefit )
Manfaat ini diberikan berdasarkan lamanya jangka waktu perawatan, tanpa mempertimbangkan biaya awal yang dikeluarkan untuk rumah sakit. Nilai tunajangan yang diberikan dari Uang Pertanggungan. beberapa penasehat keuangan menyarankan untuk mengambil manfaat ini lebih utama dibanding dengan Rider Penyakit Kritis, karena syarat level kritis yang sangat ketat.

7. Manfaat Tambahan Suami Istri ( Spose and Children Benefit )
Manfaat ini akan memberikan perlindungan bagi pasangan beserta buah hati tertanggung. Rentang waktu proteksi anak berakhir jika anak berusia 21 atau 25.

8. Manfaat Tambahan Anak ( Children Benefit )
kurang lebih persis Manfaat tambahan Suami Istri.


Kesimpulan

  1. Rider asuransi adalah perlindungan tambahan, biar asuransi awalnya kelihatan lebih murah :-).
  2. Rider asuransi ditawarkan perusahaan asuransi jiwa selama premi tambahan dibayarkan.
  3. Tidak semua Rider asuransi benar-benar bermanfaat, wajib perhatikan persyaratan dengan seksama.
  4. Tentukan prioritas Rider yang paling berpotensi memberikan manfaat nyata, misalkan Manfaat tambahan rumah sakit dan kematian akibat kecelakaan;
  5. kalau tidak, kita sebagai tertanggung akan terjebak pada kewajiban pembayaran premi yang lebih besar atas rider yang mungkin sebenarnya tidak memberikan manfaat yang maksimal.
Read More »

Zakat sebagai pengurang pajak?

Tentang zakat sebagai penguran pajak tentu ini bukan kabar yang baru, tetapi alangkan serunya kalau sedikit disinggung, sebab ini masing berhubungan dengan kabar[=pajak] yang masih hangat dipemberitaan ditahun ini bahwa pemerintah melakukan kebijakan pengampunan pajak atau istilah gaulnya tax amnesty, hubungannya dengan asuransi unit-link.

Definisi.

Zakat (Bahasa Arab: زكاة transliterasi: Zakah) dalam segi istilah adalah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin dan sebagainya). Zakat dari segi bahasa berarti bersih,suci,subur,berkat dan berkembang. Menurut ketentuan yang telah ditetapkan oleh syariat Islam. Zakat merupakan rukun ketiga dari rukun Islam.[wikipedia]

zakat sebagai pengurang pajak?
zakat sebagai pengurang pajak?

al-Qur;an:

Referensi ayat yang berhubungan dengan zakat;

..dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'". (Al-Baqarah 2:43)

Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu." (At-Taubah 9:35)

...dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan." (al-An'am 6:141)

zakat sebagai pengurang pajak?
pajak
Pajak, banyak teori yang mendefinisikan apa itu pajak ada juga yang mendefinikan pajak adalah semacam asuransi[dimana orang bayar pajak sebagai orang bayar premi] dari pemerintah demi pelayanan yang diberikan kepada rakyatnya. definisi pajak sederhananya adalah iuran rakyat kepada negara berdasarkan undang-undang, sehingga dapat dipaksakan, dengan tidak mendapat balas jasa secara langsung, demi tujuan untuk pelayanan dan kesejahteraan rakyat, katanya :-) resiko menghidari pajak adalah resiko menentang hukum/undang-undang dipastikan akan mendapat tindakan hukum kalau tidak memanfaatkan lobby atau tax amnesty dengan baik :-) di negeri tercinta Indonesia adalah suatu yang wajar para penghindar pajak pergi melarikan diri beserta kekayaannya ke negeara tetangga adalah lebih mudah daripada harus melobby melakukan penggalapan pajak :-( ya sudahlah..

Zakat dan pajak.

Sebagai awan tentu ini adalah sesuatu hal yang sangat mengembirakan bahwa kewajiban pajak dikurangi karena adanya pengeluaran atas hak warga negara yang berkeyakinan untuk mengeluarkan zakat. tapi ternyata tidak seindah itu, karena tetap saja mekanisme yang mengaturnya yang dikurangi adalah objek pajaknya bukan pajak itu sendiri yang dikurangi, apabila dihitung maka jumlahnya sangat sedikit, maksudnya pengurangan pajak yang terjadi hanya sedikit saja, contoh;
  • penghasilan: 5.000.000
  • zakat: 2.5% 125.000
  • penghasilan setelah dikurang zakat 5000.000-125000 = 4.875.000
  • besar pajak[misalkan] 5% 4.875.000 = 243.750 <--- li="">
nah, bisa dilihat sendiri bahwa pajak sendiri tidak dikurangi karena zakat seperti di negara tetangga, tetapi yang dikurangi adalah objek pajaknya.
Untuk lebih lengkap tentang pasal terkait tentang zakat pengurang pajak bisa di lihat kajiannya di web hukum online dasar hukum dan mekanismenya tentang zakat pengurang pajak.

Adapun lebaga yang sah sebagai pengurang pajak seperti yang tercantum didalam dasar hukum adalah lembaga yang di sahkan oleh pemerintah, berikut diantaranya;
  • Badan Amil Zakat Nasional
  • LAZ Baitul Maal Hidayatullah
  • LAZ Persatuan Islam
  • LAZ Dompet Peduli Umat Daarut Tauhiid (DUDT)
  • LAZ Pos Keadilan Peduli Umat
  • LAZIS Muhammadiyah
  • LAZ Yayasan Amanah Takaful
  • LAZ Yayasan Baitulmaal Muamalat
  • LAZ Yayasan Dana Sosial Al Falah
  • LAZ Yayasan Baitul Mal Umat Islam PT Bank Negara Indonesia
  • LAZ Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia
  • LAZ Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia
  • LAZ Yayasan Baitul Maal wat Tamwil
  • LAZ Baituzzakah Pertamina
  • LAZ Yayasan Rumah Zakat Indonesia
  • LAZ Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat
  • LAZIS Nahdlatul Ulama (LAZIS NU)
  • LAZIS Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (LAZIS IPHI)
  • Lembaga Sumbangan Agama Kristen Indonesia (LEMSAKTI)
Semoga mencerahkan.
Read More »

Asuransi murah tapi tidak murahan. ayo ikutan siapa tau beruntung :-D

Jika kita menginginkan sebuah produk asuransi,tidak selalu reebet seperti yang dibayangkan urusan berkas lain sebagainya. Kita, masyarakat hari ini dengan berbagai kesibukannya(atau kemalasannya?) kadang tidak memiliki cukup waktu dan menginginkan hal apapun yang instant, apa salah dengan ini? tentu tidak justru ini menjadi ladang uang untuk orang-orang yang berfikir :-), termasuk dalam hal asuransi jiwa atau asuransi kesehatan, kalau ada yang instant kenapa tidak? iya kan? Tentu tidak terlepas dari berbagai kekurangan dan kelebihannya, tetapi pasti dalam hal ini terfokus pada keinginan asuransi yang instant, asuransi murah.

Asli! murah, ada yang sekitar[bahkan ada yang kurang dari ini] Rp.50.000(lima puluh ribu rupiah)/tahun, bayangkan kita sudah terprotensi hanya dengan keluar uang seharga sebungkus rokok :-) iya itu juga kalau harga rokok jadi naik persis seperti yang diramai diwacanakan beberapa hari ini sebelumnya.

Jadi bagaimana? masih tetep keukeuh ngerokok? kalau sebungkus rokok apa bisa memberikan warisan ke orang tersayang sampai sekitar Rp.100.000.000,-(seratus juta rupiah)? atau terjadi kecelakaan ada biaya rawat inap sampai sekitaran Rp.1.000.000,-(satu juta rupiah) jawab dong, jangan diam saja :-) sorry, BTW, silahkan berfikir dengan tenang dan damai, semoga dapet petunjukNYA, amin.

Halalkah..

Nah, disini saya tak akan memvonis, sebab urusan memvonis suatu produk asuransi instant/asuransi murah halal atau tidak yang berhak adalah orang yang faham ilmu yang dibutuhkan, atau.. bisa saja sih, orang yang gak faham ilmu yang siap nanggung dosa orang awam yang ikut apa yang diucapkannya/ difatwakannya ;-) nah..nah yang ini aku gak ikutan deh.

Itu dia kenapa judul diatas ada kata-kata '..ayo ikutan siapa tau beruntung', soalnya saya secara pribadi jadi semacan 'dejavu', kenapa kalau saya sendiri hendak membelinya serasa saya sedang beli lotre/undian berhadiah :-) simple kan? begini maksudnya; kalau kita celaka berarti kita beruntung dapat pengantian uang lebih besar dari yang kita bayarkan, lantas kalau kita selamat premi sebesar Rp.50.000,- bearti hangus biar saja itung-itung kalah taruhan :-( apa mungkin saya mikirnya terlalu sensitif dan perasa ya? entahlah.. jelas ini tergantung pemahaman ilmu masing-masing yang menguatkan keyakinan.

Tapi beberapa waktu[tahun] sebelumnya seorang teman yang menjadi agen asuransi keluarga takaful 'yang pertama yang murni syariah' katanya juga ada produk semacam ini, hanya dengan membeli premi asuransi jiwa/ asuransi kecelakaan seharga Rp.50.000,-(lima puluh ribu rupiah)/tahun saja kita sudah dapat perlindungan/pertanggungan atas rawat inap dan santunan pabila hal yang amit-amit terjadi. So, kalau kita lebih prefer[condong] ke asuransi syariah, Silahkan kontak agen asuransi takaful dan tayakan produk asuransi instant semacam ini.

Sampai tulisan ini dipublish saya coba cek di website resmi takaful sendiri tak menemukannya :-( mungkin apa karena bukan produk unggulan kali ya. entahlah tapi menurut pendapat saya pribadi sesuatu yang instant di Indonesia ini pasti banyak sekali peminatnya apalagi di segment asuransi syariah, apa salahnya ya kalau 'keep it up'. bisa dikatakan masih sedikit bilamana dibandingkan dengan produk asuransi murah jenis umum/konfensional/non-syariah.

Beberapa produk asuransi murah, instant 'gak pake ribet' yang cukup dikenal.


1. Asuransi mikro KKM[kecelakaan, kesehatan, meninggal dunia].

Merupakan program asuransi dari BRI[bank plat merah]/BRIngin Life yang memberikan perlindungan asuransi kecelakaan, asuransi kesehatan dan meninggal dunia[asuransi jiwa].

Manfaat KKM
  • Santunan Harian Rawat Inap Rumah Sakit (@ Rp.100.000,-/hari, maksimal 90 hari)
  • Penggantian Biaya Operasi (maksimal Rp.2.500.000,- untuk semua tindakan operasi)
  • Santunan Meninggal Dunia Karena Kecelakaan (maksimal Rp. 19.500.000,-)
  • Santunan Meninggal Dunia Karena Sakit (maksimal Rp.2.500.000,-)
  • Santunan Cacat Tetap Akibat Kecelakaan (maksimal Rp.5.000.000,-)

Keunggulan
  • Lengkap: menjamin perlindungan asuransi kecelakaan , kesehatan dan jiwa.
  • Sederhana: produk yang sederhana sehingga mudah dipahami.
  • Mudah: tersedia di semua unit BRI sehingga mudah diperolah.
  • Ekonomis: premi yang sangat terjangkau dengan manfaat yang optimal.
  • Segera: proses pembayaran klaim yang cepat.

Ketentuan
  • Minimum usia peserta adalah 18 tahun dan maksimum 59 tahun.
  • Premi dibayarkan sekaligus / tunggal oleh Tertanggung.
  • Masa asuransi adalah 1 tahun.
produk Asuransi ini diluncurkan tahun 2014[bringinlife.co.id].

murahnya: hanya mengeluarkan Rp.50.000,- untuk peserta, dan pilihan untuk memasukan pasangan[suami/istri] dengan tambahan Rp.90.000,-

instantnya: pertama di syarat kepesertaan; buktikepersertaan[formulir], ktp, bukti tranfer. kedua; di syarat klaim, [1]Asli Formulis Klaim. [2]Asli / Fotocopy Bukti Kepesertaan. [3]Fotocopy Buku Tabungan Simpedes BANK BRI. [4]Dokumen yang sesuai jenis.

2. Bringin Ajaib

Yang kedua ini masih tetap pruduk asuransi jiwa, kecelakaan dan tetap ada penggantian rawat inap masih dari BRIngin life, produk asuransi "Praktis, Cepat dan Terjangkau" dengan mengusung jargon "perlindungan pasti dalam seketika".
silahkan perhatikan di tabel BRIngin ajaib dibawah, paling besar premi yang harus dikeluarkan hanya sebesar Rp.50.000,-[lima puluh ribu rupiah].

Manfaat BRIngin Ajaib;
  • Santunan meninggal dunia bukan karena kecelakaan (Natural Death)
  • Santunan meninggal dunia karena kecelakaan (Personal Accident A)
  • Santunan penggantian biaya perawatan/pengobatan di Rumah Sakit karena kecelakaan (Personal Accident D).
berikut tabel produk BRIngin Ajaib;
keteranganND:Natural Death[meninggal akibat alami] PA:Personal Accident[meninggal akibat kecelakaan]

3. Hario Siaga.

Tepat sekali kelihatan dari nama produk asuransi ini, hario, persis seperti nama pemiliknya ngkoh Hary Tanoesoedibjo. dia adalah pemilik MNClife, jadi lebih mudah lah mengingatnya :-).

Hario Siaga adalah jajaran produk asuransi pribadi dari produk-produk asuransi MNClife, produk asuransi kecelakaan yang termasuk produk 'asuransi murah' dimana hanya dengan mengeluarkan premi sebesar Rp.55.000,-[lima puluh lima ribu rupiah] saja, Anda sudah mendapatkan 'kepastian' perlindungan akibat resiko kecelakaan berupa penggantian biaya perawatan rumah sakit Rp.3.000.000,-[tiga juta rupiah] dan santunan duka[meninggal akibat kecelakaan] sebesar Rp.30.000.000,-[tiga puluh juta rupiah].

instant, dengan slogan 'hanya dengan kartu identitas, dijamin diterima'. Adapun keunggulan yang dijanjikan adalah:
  • Tanpa pemeriksaan medis atau prosedur yang berbelit (guaranteed acceptance)
  • Beragam nilai uang pertanggungan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda
  • Usia masuk 6 bulan hingga 74 tahun
  • Masa asuransi 1 tahun
Yang menarik menjadi catatan juga: kecelakaan yang dimaksud tidak terbatas pada kecelakaan di jalan raya, namun termasuk keracunan, jatuh dari tangga, penganiayaan dan pembunuhan oleh fihak lain, kapal karam, pendarata darurat pesawat terbang, dll.
Adapun rentang usia kepemilikan asuransi ini mulai dari usia 6 bulan, sampai dengan 74 tahun.

4. Asuransi Jagadiri[asuransi tanpa beban].

Dari perusahaan asuransi ini[Asuransi Jagadiri] bagian dari PT. Central Asia Finance, dari perusahaan asuransi ini terdapat beberapa produknya masuk kriteria produk asuransi murah tapi tidak murahan, beberapa diantaranya;

a. Asuransi Jaga Sehat plus[asuransi kesehatan], dengan keunggulan yang dikedepankan diantaranya;
+ Mulai dari 60 ribuan per bulan[Syarat dan kondisi berlaku]
+ Jaminan uang kembali
+ Layanan darurat 24 jam
+ Gratis nonton di Blitzmegaplex[WTF! kasih nonton segala :-) kitorang bukanya cukup download aja hehehe..]

nah, ini mungkin lebih besar dibandingkan beberapa produk 'asuransi murah' yang sudah terlebih dahulu diatas.. tunggu dulu berikutnya lebih murah lagi deh :-D

b. Asuransi jaga sehat DBD[asuransi kesehatan],
dengan keunggulan yang dijanjikan;
+ Harga super irit, mulai dari Rp 10,000!
+ Mudah dan langsung aktif
+ Kadar trombosit kurang dari 130,000 sudah di-cover

Manfaat dari jaga sehat DBD;
  • Santunan biaya rumah sakit hingga Rp 5,000,000 apabila terkena Demam Berdarah Dengue.
  • Santunan kematian hingga Rp 10,000,000 jika Tertanggung meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue.

Catatan akhir.

Tidak satupun dari produk asuransi murah yang dituliskan diatas terdapat 'pengembalian premi' alias hangus, kecuali terdapat perubahan dari kebijakan perusahaan asuransi masing-masing[dan ini tidak mungkin :-D]. juga hampir smua produk asuransi murah yang dituliskan diatas rata-rata mereka tidak mensyaratkan berkas pemeriksaan kesehatan demi asuransi, yang biasanya merupakan syarat mutlak asuransi, baik itu asuransi jiwa, asuransi pendidikan atau asuransi kesehatan. 

Menarik bukan? tentu semenariknya informasi yang dituliskan disini, alangkah lebih bijak seandainya Anda menghubungi agen dari produk asuransi yang mana Anda berminat untuk memiliki perlindungan yang diharapkan atas potensi resiko yang mungkin terjadi dikemudian hari.

Selamat memilih :-) sesuai dengan kebutuhan anda, jangan serakah :-D jangan memaksakan diri, banyak-banyak beristigfar dan bersyukur, inshaAlloh, hati dilapangkan rizkipun dimudahkan, amin.
Read More »

3(tiga) bank 'plat merah' dijual ke cina. tidak benar! katanya.

Percaya tidak? ya mungkin jawabannya dengan bakalan minta syarat dulu, siapa dulu yang bicara. lantas kenapa pula disebar kabar; tiga bank plat merah dijadikan jaminan utang untuk pembangunan infrastruktur demi meningkatkan angka perekonomian nasional jika tak ada sebab, ingat kata pepatah; "tak ada asap kalau tak ada api". lantas kenapa pula harus ke cina? bukan kah negara lain juga ada?. jawaban ini semua pasti berkesan retorik dan politis, kalau kita memakan mentah jawaban ini tentu bisa-bisa kita sakit perut :-) ya harus dimasak dululah. Tiga bank yang dimaksud adalah;
  • bank Mandiri
  • bank BRI
  • bank BNI

BUMN
Disini saya tak akan mengutip sanggahan para legislator, dalam kesempatan ini saya coba berhati-hati agar supaya tak ada tuduhan memihak atau tidak objektif. kalaupun pada kenyataan akhirnya tidak objektif, toh nyatanya ini cuma curhat belaka, bukan berita yang harus ditelan mentah-mentah, ingat! sakit perut nanti :-) anggaplah ini cuma sekedar refleksi, evaluasi diri, kontemplasi, renungan, pertapaan atau apalah istilahnya,  tentu tak ada niat untuk menjelekan suatu rezim disuatu negara tertentu yang emang sudah jelek dan ga ada prestasinya kecuali pendukungnya sibuk dengan pencitraan, wallohu'alam. ini jauh dari itu semua.

Mari kita bicarakan orang lain yang nun jauh disana, dinegerinya 'Yakjuj_dan_Makjuj'(sebetulnya dimanakah tempat yakjuj dan makjuj berasal, para ahli masih mempedebatkannya) dikatakan; 'mereka akan mengambil apapun[eksploitasi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia] yang dilewatinya, tak ada satu wilayahpun yang dilewatinya pasti dalam keadaan kering tak bersisa'. rupanya rada nyambung juga ya[kalau rada dipaksakan] dengan fenomena sekarang ini.


Kita sejenak tinggalkan fakta dari banyak kitab suci hampir semua agama yang menyatakan ini, sebab sulit menghubungkan dengan bank plat merah nya :-D apalagi yang baca gak tau agama, bisa berabeh nanti :-). Sejak kemajuan pesat perekonomian cina, cina memposisikan diri sebagai negeri terkaya dimana yang paling berperan dalam situasi ini adalah proses produksi semua merek dan produk teknologi dari seluruh dunia dilakukan disini ada satu keuntungan yang tak dapat dihindari lagi yaitu transfer teknologi yang tak usah ditransfer lagi dari negeri penciptanya toh para mencipta memproduksinya di rumah mereka, tentu dengan keadaan ini, selain meningkatkan taraf hidup yang jauh melesat, akhirnya cina masuk kedalam investasi diberbagai bidang, membeli banyak perusahaan diluarnegeri, yang paling jelas adalah pembelian berbagai perusahaan yang awalnya milik amerika, banyak merek terkenal kenyataanya sudah berpindah kepemilikan, dari mulai industri produksi sampai pada industri hiburan, kebanyakan sudah milik cina sekarang.[silahkan searching tentang ini di youtube, banyak sekali video dukumenter nya] coba saja dengan kata pencarian;"cina buyying america". semoga ini membukakan fikiran kita, sebab informasi tentang semua itu ada, lantas kenapa pula kita tetep dengarkan media mainstrean yang dengan jelas membimbing dan mengarahkan bagaimana seharusnya kita berfikir sesuai keinginan mereka :-( let its free. salah satu diantara video yang menarik berikut ini;


Apakah ini semua hanya terjadi di luar negeri saja? ini tak mungkin terjadi dinegera kita, takmungkin kekayaan negara kita dijual ke fihak asing, jika kita masih tetap pada cara berfikir polos seperti ini, bisa jadi pada waktu tidak lama lagi, kita ngontrak tinggal sebab tanah kita sudah milik asing, bekerja diperusahaan asing, membeli kebutuhan hidup di supermarket milik asing. terakhir[mungkin] kita mati anak cucu kita bayar kontrak pemakaman yang sudah diprivatisasi ke fihak asing, tak adal lagi milik pribumi.. tak bersisa. semoga ini tidak terjadi, amin.

Solusi

Tidak ada solusi bagi jiwa-jiwa yang didalamnya sudah tak ada lagi nasionalisme, yang tersisa hanya ada pada retorika di acara seremonial saja, selepas itu.. money talk, guys. persis seperti cerita dinegara-negara maju, dimana the invisuble hand membantu habis-habisan kampanye jagoannya tentu bukan dukungan karena idealisme tetapi semata demi melebarkan tentaclesnya keseluruh penjuru bhumi. Mari kita pupuk idalisme nasional kita sebelum anak-cucu kita pun hilang harga dirinya dan dengan sukarela menjadi budak asing :-( tak usah merasa terlambat. Dikatakan; "bahkan kalaulah engkau tahu esok hari kiamat, benih ditangan haruslah ditanam pula.."
Read More »

Asuransi nelayan. Sebuah harapankah?

Asuransi ini[asuransi nelayan] merupakan bagian dari asuransi pemerintah. Seperti diketahui gayung bersambut, semua fihak satu suara baik dari rezim yang berkuasa yang punya ide, para wakil rakyat yang merestui dan juga dari sisi para 'advokasi'/'pejuang' hak nelayan, semua sepakat ini demi rakyat sesuai dengan amanat undang-undang[hasil lobby berbagai fihak yang mempunyai kepentingan demi 'rakyat']..fiksi atau nyata terserah ;-) toh ini cuma curhat saja, adapun berkesesuaian dengan keadaan disuatu tempat atau suatu negara, itu hanya kebetulan belaka(karena mungkin, hatinurani anda dan saya pada posisi yang sama, atau mungkin kita cuma sama-sama 'minoritas pesimis' akan rezim yang berkuasa karena ga dapet saham? :-P ).

Asuransi nelayan. sebuah harapankan?
wikipedia

Demi rakyat

Dimulai dari ide untuk mengasuransikan semua nya seluruh rakyat Indonesia dikatakan terlindungi dengan proteksi dari asuransi, apapun profesinya, semua kalangan tak terkecuali. Dan ini kedepannya akan diwajibkan, diwajibkan dalam arti sebenarnya, dimana apabila tidak melakukannya(ikut serta) dalam asuransi wajib ini mana dipastikan akan mendapat sangsi-sangsi yang pasti sangat merepotkan, misalnya; tak dapat membuat KTP, KK, SIM dan hak administrasi rakyat lainnya.

Di negara maju saja misalkan Jerman[model asuransi kesejatan di Jerman], memang misal asuransi kesehatan itu wajib tetapi merupakan pilihan dimana disediakan asuransi kesehatan pemerintah dan asuransi kesehatan swasta, dimana jika seseorang memilih untuk menggunakan asuransi kesehatan swasta terdapat kriteria yang ditetapkan pemerintah Jerman sana, dan itu dipersilahkan.

Apa mungkin Indonesia  lebih maju? ..mungkin juga ya? apa salahnya kalau dinegeri tercinta ini menerapkan hal yang lebih fleksibel dimana masyarakat tidak wajib asuransi, diberi pilihan untuk menggunakan asuransi 'plat merah' atau asuransi komersil/swasta, dengan kriteria-kriteria yang ditetapkan pemerintah standar/karakter asuransi swasta yang ideal bagi masyarakat Indonesia raya ini. sederhana kan? coba bayangkan standar ganda yang kita lihat sehari-hari, dimana dikatakan, setiap pergantian rezim selalu saja ada BUMN yang diprivatisasi/dijual ke asing[huruf 'i' bisa di ganti sama huruf 'e'], demi efisiensi dan meningkatkan kinerja katanya, tetapi disisi asuransi sendiri apa yang terjadi? padahal perusahaan asuransi di negeri ini baik perusahaan asuransi nasional[pribumi] atau perusahaan asuransi multinasional sudah banyak bertebaran bak jamur dimusim hujan, kenapa tidak dimaksimalkan yang ada? hadeh.. gak ngerti aku mah.. ya karena mungkin otak awam ya? tidak juga.

Yang mengganggu 'rasa' disini adalah mengapa sampai wajib segala :-( ya mungkin saya hanya seorang awam saja[baca juga: kenapa mungkin bpjs memang diharamkan saja.], yang tak tau diuntung, tapi juga mungkin sudut pandang untung sendiri merupakan suatu kebebasan tersendiri mendefinisikannya sebagai hak dasar dalam kebebasan sebagai individu, iya kan? bisa jadi menurut rezim yang berkuasa bersabda;"..eh ini baik untuk loh!", tapi biarlah kami sendiri yang menentukan baik atau buruk, untung atau rugi sebab pemahaman dan keyakinan kita berbeda dan katanya tak ada paksaan untuk itu?

Lantas mungkin ada pernyataan apa yang terjadi dengan tanggung jawab sosialnya? dimana itu? tentu tanggung jawab sosial tetap ada dalam kebebasan individu tetap hanya ingin memastikan bahwa tanggung jawab sosial yang ada jangan sampai menjadi keuntungan fihak 'middle man', biar kami yang melakukan itu! apa sumberdaya alam yang ada tidak cukup untuk mengeruk keuntungan? sampai-sampai sumberdaya manusia pun tak luput rezim yang berkuasa eksploitasi juga :-(

kembali lagi ke asuransi nelayan, katanya, “Perlindungan ini merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan kesadaran nelayan akan pentingnya jaminan sosial untuk melindungi pekerja dari risiko kerja,”. ya benar. dengan 'kesadara' yang dimaksudkan maka seluruh nelayan akan dengan suka cita membayar kewajiban setiap bulan yang katanya 'sangat kecil'[cuma Rp.16.000,-] nilai rupiahnya jika dibanding dengan penggantian[berupa klaim asuransi] bilamana resiko yang dipertanggungkan terjadi semisal kecelakaan dan atau meninggal dunia.

Belajar berhitung lagi

Mari belajar berhitung keuntungan kita jika sistem ini sahamnya punya kita orang :-)
dimana premi yang harus disetorkan oleh rakyat republik Indonesia raya tercinta ini adalah Rp.16.800,-(menurut web site: djpt.kkp.go.id) diikut sertakan sebanyak 1000 nelayan didaerah banyuwangi. Dan diwartakan pula oleh industri.bisnis.com bahwa kementrian terkait merencanakan 1juta asuransi untuk nelayan dan dharapakan terealisasi awal tahun ini, dan kementrian kelautan perikanan(KKP) telah menyiapkan sedikitnya Rp.250miliar(untuk pertaruhan :-D dalam arti pabila terjadi kecelakaan Rp.250miliar segera berpindah tangan ke rakyat, kalau tidak ya Rp.16,8miliar akan menjadi pemasukan yang 'gurih', nah ini kan baru hanya untuk 1juta nelayan saja).

Rp. 16.800,- x 1.000.000 asuransi nelayan = Rp.16.800.000.000,-(sekitar 18,8miliar)

jadi kesimpulannya apa? ya nyata sudah kalau penulis cuma pesimis yang gak kebagian saham :-D atau.. Anda menemukan kesimpulan lain? alhamdulillah. semoga bermanfaat. sekali lagi, cuma curhat kok. jangan marah ya :-P toh para nelayan gak akan baca blog ini. kalau lah para nelayan online juga paling mereka cuma ngecek prakiraan cuaca buat referensi pergi melaut, setidaknya itu yang kita tau di ikan tv telkomsel..
Read More »

Tentang asuransi unit-linked dan pengampunan pajak

Tadinya Kefikiran kalau judul tulisan ini pake kata "heboh!" misalkan jadi "heboh! asuransi unit-linked gelisah terkait pengampunan pajak", tapi tak jadi sebab blog ini bukan blog gossip, sesuatu yang langka dan unik, dsb. :-) jadi.. sudahlah, biasa saja kok.

Definisi tentang pengampunan pajak/ tax amnesty, Amnesti pajak adalah program pengampunan yang diberikan oleh Pemerintah kepada Wajib Pajak meliputi penghapusan pajak yang seharusnya terutang, penghapusan sanksi administrasi perpajakan, serta penghapusan sanksi pidana di bidang perpajakan atas harta yang diperoleh pada tahun 2015 dan sebelumnya yang belum dilaporkan dalam SPT, dengan cara melunasi seluruh tunggakan pajak yang dimiliki dan membayar uang tebusan(sumber: pajak.go.id).

Tentang asuransi unit-linked dan pengampunan pajak
pajak.go.id
Sebelumnya tidak sepenuhnya menjadi perhatian[saya secara pribadi] tentang pajak terlebih tentang apa itu amnesti pajak, apa lagi banyak suara hati diberbagai penjuru blog orang biasa-bisa macam saya, yang mengatakan amnesti pajak hanya menyenangka para orang kaya, ada ungkapan;"pajak untuk orang kaya, orang miskin untuk[bekerja] orang kaya", apa hubungannya coba sama orang miskin, meskipun ya didalam UUD kita jelaskan "..orang miskin dipelihara oleh negara", kecuali.. sudah di amendment juga tuh menjadi;".. orang miskin dipelihara oleh para missionaris dengan dana dari luar negeri" :-(


Galau..

Tentang asuransi unit-linked dan pengampunan pajak
Asuransi Mencari kepastian hukum atas asuransi unit-linked terkait dengan amnesti pajak. Baik itu para agen asuransi dan para pemegang polis dikatakan galau dan meminta audiensi dengan fihak pajak kata Wong Sandy Surya, Ketua Umum Perkumpulan Agen Asuransi Indonesia (PAAI) kepada koran.bisnis.com. untuk mendapat kejelasan; "apakah nilai tunai yang terdapat didalam asuransi unit-linked termasuk asset atau tidak".

Pihaknya menolak jika nilai tunai produk asuransi berbalut investasi harus dikenai tarif tebusan. Pasalnya dalam Undang-Undang No.36/2008 tentang Perubahan Keempat Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan dalam poin E disebutkan pembayaran dari perusahaan asuransi berkenaan dengan polis asuransi bukan merupakan objek pajak.

Selain itu, kata Sandy, dalam ketentuan Pasal 9 Ayat 1 Huruf D juga ditetapkan premi asuransi yang dibayar oleh wajib pajak orang pribadi untuk kepentingan dirinya tidak boleh dikurangkan dalam perhitungan penghasilan kena pajak.

Kendati demikian, Sandy menegaskan para agen asuransi berkomitmen untuk menyukseskan program amnesti pajak. Menurutnya, agen asuransi seringkali membantu para pemegang polis dalam menata asetnya.

Dia menuturkan pihaknya aktif mendorong para pemegang polis mengungkapkan aset yang sebelumnya belum dilaporkan termasuk sumber penghasilannya. Apalagi setelah 2018 sistem keuangan menjadi terbuka dan membuat aparat pajak dapat merunut aset para pemegang polis.
sumber: koran.bisnis.com

Seperti kata pepatah: "hoping for the best, prepare for the worst" :-) tak ada sesuatu yang lebih baik yang ada kita harus lebih siap menghadapi apapun situasinya, dikatakan seandainya ada negeri Islam maka kita tak akan usah galau dengan 'ancaman' seperti ini, sebab disana kita tak kan bertemu dengan namanya pajak. harta kita ya milik kita, kecuali sepersekian persen yang wajib untuk dikeluarkan hak nya, mungin pada kesempatan lain saya coba rangkum so called 'pajak' menurut versi Islam, inshaAlloh,
Read More »

Wacana harga rokok naik, kenapa perusahaan rokok tidak seperti biasanya menurunkan para buruhnya ke jalanan.

Tidak lengkap rasanya kalau blog asuransi keluarga ini tidak ikut heboh dengan pemberitaan nasional tentang rokok, tentu kalau dipaksakan kan permasalahan rokok masih bisa nyambung juga dengan tema blog asuransi keluarga, ya terserah kamu yang punya blog, okeh thanks :-). Lanjut, sebelumnya juga sudah ditulis di blog ini tentang rokok, diantaranya; Antara rokok vs asuransi jiwa dan Kenapa ada perusahaan asuransi yang berani jual produk asuransi jiwa dan asuransi kesehatan tanpa berkas cek kesehatan[yg ini mah tdk terlalu membahas rokok], ya sebetulnya apa saya[kompetensinya] berani-berani membahas tentang rokok, tapi kan saya juga perokok, perokok pasif :-) yg setiap hari terpapar[ini kata bener tidak ya saya pake di kalimat ini?] asap rokok rekan kerja dan mertua[kalau sedang berkunjung ke rumah mertua] :-( warning!!! disini tak akan ada meme lucu-lucuan  tentang wacana harga rokok naik :-D

Wacana harga rokok naik, kenapa perusahaan rokok tidak seperti biasanya menurunkan para buruhnya ke jalanan.
©pixabay
Heboh mungkin adalah kata yang populer sekarang digunakan untuk sesuatu yang di wartakan secara kompak oleh media mainstream dan di ikuti para netizen[duh, saya mah bukan netizen downloadtizen paling..hehe] tentu kalau berfikir secara 'konspirasi minded' kita tinggal ngomong celpos aja "bah.. ini mah pengaliha isue dari perpanjangan kontrak karya bla..bla..", meskipun ada benarnya juga[mungkin] 0_o maunya sih ngebahas soal doa yang sempat heboh juga nyindir jokowi, ya.. bingung juga apa coba hubungannya dengan asuransi keluarga :-( ya, sudahlah. toh hubungannya denga asuransi pun dengan status diri perokok akan menjadi beban tersendiri didalam perhitungan premi yang harus dibayarkan, iya kan?

kembali lagi..

ke permasalahan rokok, dimana diberbagai pemberitaan terdapat wacana harga rokok naik, dan ini sudah dipastikan[mungkin] benar-benar terjadi. apa alasannya? baik, alasannya terdapat indikasi kesepakatan antara pemerintah dan tokoh-tokohnya juga publikasi dari para seleb nasional tentang pernyataan persetujuan akan rencana ini, bahkan tokoh dari berbagai kalangan sepakat dari mulai kalangan agamawan, liberalis industri[makanya gak demo]. toh apa ruginya bagi mereka kan? bagi pemerintah dikatakan pemasukan demi kesehatan masyarakat akan meningkat[?], disisi industri mungkin laba yang didapatkan dari para pecandu rokok tak akan terpengaruh juga.

Dikatakan pula wacana ini atas survey yang dilakukan jumlah orang akan berhenti merokok akan bertambah, ada juga para blogger yang tak bertanggung jawab mengatakan;"itu mah surveynya di dapat dari orang-orang yang gak ngerokok", kalau lah betul ini juga menjadi pembenaran bahwasannya orang yang tak merokok dipermasalahan ini posisinya sebagai korban dari para perokok bukan? :-) oke deh sampai sini coba kita mikir bareng pake hati. Apakah hasil survey ini mengganggu fihak industri sampai harus melobby wakil rakyat untuk modifikasi UU? tentu tidak, rupanya fihak industri pula punya fakta yang membuat mereka cukup tenang :-) dimana orang merokok yang sudah nyandu berapapun harga pasti tetep bisa ngerokok. ini lah sebabnya kenapa buruh rokok tak turun kejalan untuk menentang kebijakan pemerintah ini, akan menjadi kenyataan atau cuma sekedar pengalihan isue karena minimnya prestasi dari rezim yang berkuasa atau karena raportnya banyak merah :-D

Sebuah kutipan..

hadits yang wallohu'alam relevansinya, disebuah blog[saya lupa blog nya apa, kalau ingat pun ga akan ada lifelink] :-) tentang hukuman kelak di akhirat bagi orang yang pekerjaanya[bukan profesi]memimun/memakan/menghisap racun, sebab sudah menjadi fakta ilmiah medis jika rokok menghadung zat beracun yang berbhineka :-) berikut kutipan haditsnya;

Barangsiapa bunuh diri dengan besi, maka di neraka jahanam nanti besi itu selalu di tangannya, ia menusuk-nusukkannya ke perutnya selama-lamanya. Dan barangsiapa bunuh diri dengan minum racun, maka di neraka jahanam nanti ia akan terus meminumnya selama-lamanya. Dan barangsiapa bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari gunung, maka di neraka jahanam nanti, ia akan menjatuhkan (dirinya) selama-lamanya.” (HR. Muslim, 109)

مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَىْءٍ عُذِّبَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Barangsiapa yang membunuh dirinya sendiri dengan suatu cara yang ada di dunia, niscaya pada hari kiamat, niscaya ia akan disiksa dengan cara seperti itu pula.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Naudubillah :-( kalau kita termasuk mati seperti ini, karena pun nabiSAW tidak menyalatkan meski tidak pula melarang para sahabat pada waktu itu, sungguh merugilah kita ini;

Ada orang yang bunuh diri dengan pisau, maka Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Kalau saya, maka saya tidak shalatkan dia.” (HR. An Nasa’i no. 1964 dan dinyatakan shahih oleh Syaikh Al Albani)

Semoga kita menjadi orang-orang yang takut[taqwa] lalu membersihkan diri kita termasuk paru-paru kita dan terhindar dari keburukan yang abadi. Jangan lalai oleh kehidupan yang amat sebentar ini. wallohualam.
Read More »

Jangan menunda dalam apapun termasuk dalam investasi.

Sudah menjadi permakluman secara umum di republik tercinta Indonesia ini jika tidak tepat waktu, istilahnya "jam karet", berarti; lentur, fleksibel, nyantei. Misalkan ketika kita rapat kadang sudah menjadi aturan tak tertulis pula biasanya pada kenyataanya sedikit terlambat, dan suatu yang mustahil waktu yang dipercepat, biasanya lebih dari yang dijadwalkan begitu seterusnya, apakah ini "tradisi" bangsa kita? tentu tidak :-) kalau pun iya kita jangan mengakuinya dan segeralah berubah, bukan hanya urusan waktu saja sejatinya ini merupakan karakter diri atau cerminan pribadi, selain menunda waktu, sudah dipastikan akan menunda pula apapun yang menjadi 'kewajiban' kita, ya kita senantiasa menunda pekerjaan, sampai pada waktu tenggat[deadline]  barulah kita mengerjakannya, bahkan sampai-sampai kita tidak tidur dimalam terakhir, padahal beberapa hari sebelumnya waktu tidak dimanfaatkan untuk menyelesaikan 'pekerjaan' yang seharusnya kita kerjakan.

Okeh, kita putar waktu ke beberapa tahun belakang, semasa kita berada di bangku sekolah. Hal yang sama tidak jauh berbeda kita tetap perbuat sampai saat ini, tugas sekolah yang diberikan bapak/ibu guru baru mulai diselesaikan malam hari dimana keesokan hari tugas harus dikumpulkan, akhirnya kita merepotkan teman si 'rajin' karena kita lalai menyelesaikan tugas sekolah. Kembali lagi ke waktu sekarang, dimana kita mempunyai pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat kita dan mengerjakan sesuatu yang tidak membuat kita bergairah mengerjakannya, dan akhirnya menunda menjadi kebiasaan, terlalu banyak hal yang menarik misalkan dikantor dengan koneksi internet, waktu berlalu sekian jam kerja tanpa menghasilkan apapun...

Menunda pekerjaan diperbolehkan.

Benarkah? menunda pekerjaan dibolehkan? wah asik tuh :-) menunda perkerjaan dengan alasan pada waktu lain akan dikerjakan, pada kondisi tertentu diperbolehkan, tetapi tentu dengan alasan ada 'prioritas' pekerjaan yang menuntut untuk ditangani dengan segera, tentu bukan alasan karena '..lagi males', atau.. 'boss kan lagi meeting ke luar kota, nyantei dulu ah..' [harus] disadari bahwa biasanya kita sering menggunakan alasan-alasan yang kurang dibenarkan.

Benarlah apa kata pepatah; "..Sesungguhnya waktu yang kita miliki lebih banyak dibandingkan kewajiban yang harus kita kerjakan". semoga ini menjadi bahan renungan kita. kerjakan apa yang harus kita kerjakan, jangan takut dan khawatir, iringi dengan berdo'a dan bertawakal untuk urusan hasil akhirnya serahkan semua kepadaNYA.

Setelah sedikit meningkat, masalah selanjutnya yang kita hadapi setelah menunda pekerjaan adalah menunda investasi, kita akan rugi besar jika kita melakukan ini, banyak refensi perhitungan diluar sana yang menggambarkan keuntungan yang kita lewatkan jika kita sedikit saja terlambat dalam berinvestasi, maka jika kita belum pada level seorang investor,  tak ada salahnya kita mempersiapkan diri dengan membereskan sifat menunda pekerjaan, guna menghindari kerugian kelak dalam berinvestasi, apapun pilihan investasinya. harus jeli pula memahami perhitungan untuk memperkirakan apakah keuntungan yang didapat optimal didapat atau tidak, sebab jika perhitungan yang didapat tidak optimal tentu adalah lebih rasional untuk mengalihkan ke jenis investasi lain yang dengan resiko yang sama tetapi dengan keuntungan yang lebih. contohnya saja; misalkan seseorang hendak berinvestasi didalam produk asuransi unit link, perhitungkalah keutamaan pembayaran premi mana yang lebih menguntungkan disisi investasinya, sebab biasanya premi dibayar sekali biasanya keuntungan investasi lebih sedikit dibandingkan premi yang dibayar rutin. tentu lain produk investasi lain pula jurus ngitung yang digunakannya

Sederhananya, lihatlah kawan/teman kita semasa sekolah/kuliah dulu, perhatikan kenapa dia lebih sukses dari kita, apa kelebihannya? biasanya tidak ada yang melebih dari apa yang kita miliki(sebagai modal awal), yang membedakannya kadang dia lebih rajin dari kita yang selalu menunda-nunda, jangan menunda-nunda dan tak ada kata terlambat. RasullullahSAW pernah bersabda; "Tanamlah bibit pohon yang ada di tangan mu sekarang juga, meski besok kiamat. Allah akan tetap memperhitungkan pahalanya,"


Lawan dari menunda adalah bersegera.

Jangan menunda dalam apapun termasuk dalam investasi.
time

Bersegeralah kalian menuju ampunan Tuhan kalian dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali Imran [3]: 133).

Bersegeralah melakukan perbuatan baik, karena akan terjadi fitnah laksana sepotong malam yang gelap.” (HR. Muslim) Dalam hadits lain, beliau juga menerangkan, “Jadilah engkau di dunia laksana orang asing atau orang yang menyeberangi jalan.” Ibnu umar berkata. “Bila engkau berada di sore hari, maka jangan menunggu datangnya pagi, dan bila engkau di pagi hari, maka janganlah menunggu datangnya sore.” Manfaatkan waktu sehatmu sebelum sakitmu, dan waktu hidupmu sebelum matimu.

Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami.” (Al-Anbiya’ : 90).

Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.” (Al-Mukminun : 61).

Nasihat Imam asy syafi'i; "..dia mengatakan bahwa waktu bagaikan pedang. Jika kamu tidak memotongnya (memanfaatkannya), maka dia akan memotongmu!"

Semoga kita terlepas dari 'tradisi' menunda yang buruk ini, dan kita senantiasa selalu bersegera didalam segala hal, sebelum kebaikan itu berlalu dan tak akan pernah kembali lagi meskipun kita menunggunya sampai saat kiamat nanti..
Read More »