Asuransi murah tapi tidak murahan. ayo ikutan siapa tau beruntung :-D

Jika kita menginginkan sebuah produk asuransi,tidak selalu reebet seperti yang dibayangkan urusan berkas lain sebagainya. Kita, masyarakat hari ini dengan berbagai kesibukannya(atau kemalasannya?) kadang tidak memiliki cukup waktu dan menginginkan hal apapun yang instant, apa salah dengan ini? tentu tidak justru ini menjadi ladang uang untuk orang-orang yang berfikir :-), termasuk dalam hal asuransi jiwa atau asuransi kesehatan, kalau ada yang instant kenapa tidak? iya kan? Tentu tidak terlepas dari berbagai kekurangan dan kelebihannya, tetapi pasti dalam hal ini terfokus pada keinginan asuransi yang instant, asuransi murah.

Asli! murah, ada yang sekitar[bahkan ada yang kurang dari ini] Rp.50.000(lima puluh ribu rupiah)/tahun, bayangkan kita sudah terprotensi hanya dengan keluar uang seharga sebungkus rokok :-) iya itu juga kalau harga rokok jadi naik persis seperti yang diramai diwacanakan beberapa hari ini sebelumnya.

Jadi bagaimana? masih tetep keukeuh ngerokok? kalau sebungkus rokok apa bisa memberikan warisan ke orang tersayang sampai sekitar Rp.100.000.000,-(seratus juta rupiah)? atau terjadi kecelakaan ada biaya rawat inap sampai sekitaran Rp.1.000.000,-(satu juta rupiah) jawab dong, jangan diam saja :-) sorry, BTW, silahkan berfikir dengan tenang dan damai, semoga dapet petunjukNYA, amin.

Halalkah..

Nah, disini saya tak akan memvonis, sebab urusan memvonis suatu produk asuransi instant/asuransi murah halal atau tidak yang berhak adalah orang yang faham ilmu yang dibutuhkan, atau.. bisa saja sih, orang yang gak faham ilmu yang siap nanggung dosa orang awam yang ikut apa yang diucapkannya/ difatwakannya ;-) nah..nah yang ini aku gak ikutan deh.

Itu dia kenapa judul diatas ada kata-kata '..ayo ikutan siapa tau beruntung', soalnya saya secara pribadi jadi semacan 'dejavu', kenapa kalau saya sendiri hendak membelinya serasa saya sedang beli lotre/undian berhadiah :-) simple kan? begini maksudnya; kalau kita celaka berarti kita beruntung dapat pengantian uang lebih besar dari yang kita bayarkan, lantas kalau kita selamat premi sebesar Rp.50.000,- bearti hangus biar saja itung-itung kalah taruhan :-( apa mungkin saya mikirnya terlalu sensitif dan perasa ya? entahlah.. jelas ini tergantung pemahaman ilmu masing-masing yang menguatkan keyakinan.

Tapi beberapa waktu[tahun] sebelumnya seorang teman yang menjadi agen asuransi keluarga takaful 'yang pertama yang murni syariah' katanya juga ada produk semacam ini, hanya dengan membeli premi asuransi jiwa/ asuransi kecelakaan seharga Rp.50.000,-(lima puluh ribu rupiah)/tahun saja kita sudah dapat perlindungan/pertanggungan atas rawat inap dan santunan pabila hal yang amit-amit terjadi. So, kalau kita lebih prefer[condong] ke asuransi syariah, Silahkan kontak agen asuransi takaful dan tayakan produk asuransi instant semacam ini.

Sampai tulisan ini dipublish saya coba cek di website resmi takaful sendiri tak menemukannya :-( mungkin apa karena bukan produk unggulan kali ya. entahlah tapi menurut pendapat saya pribadi sesuatu yang instant di Indonesia ini pasti banyak sekali peminatnya apalagi di segment asuransi syariah, apa salahnya ya kalau 'keep it up'. bisa dikatakan masih sedikit bilamana dibandingkan dengan produk asuransi murah jenis umum/konfensional/non-syariah.

Beberapa produk asuransi murah, instant 'gak pake ribet' yang cukup dikenal.


1. Asuransi mikro KKM[kecelakaan, kesehatan, meninggal dunia].

Merupakan program asuransi dari BRI[bank plat merah]/BRIngin Life yang memberikan perlindungan asuransi kecelakaan, asuransi kesehatan dan meninggal dunia[asuransi jiwa].

Manfaat KKM
  • Santunan Harian Rawat Inap Rumah Sakit (@ Rp.100.000,-/hari, maksimal 90 hari)
  • Penggantian Biaya Operasi (maksimal Rp.2.500.000,- untuk semua tindakan operasi)
  • Santunan Meninggal Dunia Karena Kecelakaan (maksimal Rp. 19.500.000,-)
  • Santunan Meninggal Dunia Karena Sakit (maksimal Rp.2.500.000,-)
  • Santunan Cacat Tetap Akibat Kecelakaan (maksimal Rp.5.000.000,-)

Keunggulan
  • Lengkap : menjamin perlindungan asuransi kecelakaan , kesehatan dan jiwa ;
  • Sederhana : produk yang sederhana sehingga mudah dipahami ;
  • Mudah : tersedia di semua unit BRI sehingga mudah diperolah ;
  • Ekonomis : premi yang sangat terjangkau dengan manfaat yang optimal ;
  • Segera : proses pembayaran klaim yang cepat.

Ketentuan
  • Minimum usia peserta adalah 18 tahun dan maksimum 59 tahun.
  • Premi dibayarkan sekaligus / tunggal oleh Tertanggung.
  • Masa asuransi adalah 1 tahun.
produk Asuransi ini diluncurkan tahun 2014[bringinlife.co.id].

murahnya: hanya mengeluarkan Rp.50.000,- untuk peserta, dan pilihan untuk memasukan pasangan[suami/istri] dengan tambahan Rp.90.000,-

instantnya: pertama di syarat kepesertaan; buktikepersertaan[formulir], ktp, bukti tranfer. kedua; di syarat klaim, [1]Asli Formulis Klaim. [2]Asli / Fotocopy Bukti Kepesertaan. [3]Fotocopy Buku Tabungan Simpedes BANK BRI. [4]Dokumen yang sesuai jenis.

2. Bringin Ajaib

Yang kedua ini masih tetap pruduk asuransi jiwa, kecelakaan dan tetap ada penggantian rawat inap masih dari BRIngin life, produk asuransi "Praktis, Cepat dan Terjangkau" dengan mengusung jargon "perlindungan pasti dalam seketika".


Manfaat BRIngin Ajaib;
  • Santunan meninggal dunia bukan karena kecelakaan (Natural Death)
  • Santunan meninggal dunia karena kecelakaan (Personal Accident A)
  • Santunan penggantian biaya perawatan/pengobatan di Rumah Sakit karena kecelakaan (Personal Accident D).
berikut tabel produk BRIngin Ajaib;
keterangan: ND:Natural Death[meninggal akibat alami] PA:Personal Accident[meninggal akibat kecelakaan]
...
Read More »

3(tiga) bank 'plat merah' dijual ke cina. tidak benar! katanya.

Percaya tidak? ya mungkin jawabannya dengan bakalan minta syarat dulu, siapa dulu yang bicara. lantas kenapa pula disebar kabar; tiga bank plat merah dijadikan jaminan utang untuk pembangunan infrastruktur demi meningkatkan angka perekonomian nasional jika tak ada sebab, ingat kata pepatah; "tak ada asap kalau tak ada api". lantas kenapa pula harus ke cina? bukan kah negara lain juga ada?. jawaban ini semua pasti berkesan retorik dan politis, kalau kita memakan mentah jawaban ini tentu bisa-bisa kita sakit perut :-) ya harus dimasak dululah. Tiga bank yang dimaksud adalah;
  • bank Mandiri
  • bank BRI
  • bank BNI

BUMN
Disini saya tak akan mengutip sanggahan para legislator, dalam kesempatan ini saya coba berhati-hati agar supaya tak ada tuduhan memihak atau tidak objektif. kalaupun pada kenyataan akhirnya tidak objektif, toh nyatanya ini cuma curhat belaka, bukan berita yang harus ditelan mentah-mentah, ingat! sakit perut nanti :-) anggaplah ini cuma sekedar refleksi, evaluasi diri, kontemplasi, renungan, pertapaan atau apalah istilahnya,  tentu tak ada niat untuk menjelekan suatu rezim disuatu negara tertentu yang emang sudah jelek dan ga ada prestasinya kecuali pendukungnya sibuk dengan pencitraan, wallohu'alam. ini jauh dari itu semua.

Mari kita bicarakan orang lain yang nun jauh disana, dinegerinya 'Yakjuj_dan_Makjuj'(sebetulnya dimanakah tempat yakjuj dan makjuj berasal, para ahli masih mempedebatkannya) dikatakan; 'mereka akan mengambil apapun[eksploitasi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia] yang dilewatinya, tak ada satu wilayahpun yang dilewatinya pasti dalam keadaan kering tak bersisa'. rupanya rada nyambung juga ya[kalau rada dipaksakan] dengan fenomena sekarang ini.


Kita sejenak tinggalkan fakta dari banyak kitab suci hampir semua agama yang menyatakan ini, sebab sulit menghubungkan dengan bank plat merah nya :-D apalagi yang baca gak tau agama, bisa berabeh nanti :-). Sejak kemajuan pesat perekonomian cina, cina memposisikan diri sebagai negeri terkaya dimana yang paling berperan dalam situasi ini adalah proses produksi semua merek dan produk teknologi dari seluruh dunia dilakukan disini ada satu keuntungan yang tak dapat dihindari lagi yaitu transfer teknologi yang tak usah ditransfer lagi dari negeri penciptanya toh para mencipta memproduksinya di rumah mereka, tentu dengan keadaan ini, selain meningkatkan taraf hidup yang jauh melesat, akhirnya cina masuk kedalam investasi diberbagai bidang, membeli banyak perusahaan diluarnegeri, yang paling jelas adalah pembelian berbagai perusahaan yang awalnya milik amerika, banyak merek terkenal kenyataanya sudah berpindah kepemilikan, dari mulai industri produksi sampai pada industri hiburan, kebanyakan sudah milik cina sekarang.[silahkan searching tentang ini di youtube, banyak sekali video dukumenter nya] coba saja dengan kata pencarian;"cina buyying america". semoga ini membukakan fikiran kita, sebab informasi tentang semua itu ada, lantas kenapa pula kita tetep dengarkan media mainstrean yang dengan jelas membimbing dan mengarahkan bagaimana seharusnya kita berfikir sesuai keinginan mereka :-( let its free. salah satu diantara video yang menarik berikut ini;


Apakah ini semua hanya terjadi di luar negeri saja? ini tak mungkin terjadi dinegera kita, takmungkin kekayaan negara kita dijual ke fihak asing, jika kita masih tetap pada cara berfikir polos seperti ini, bisa jadi pada waktu tidak lama lagi, kita ngontrak tinggal sebab tanah kita sudah milik asing, bekerja diperusahaan asing, membeli kebutuhan hidup di supermarket milik asing. terakhir[mungkin] kita mati anak cucu kita bayar kontrak pemakaman yang sudah diprivatisasi ke fihak asing, tak adal lagi milik pribumi.. tak bersisa. semoga ini tidak terjadi, amin.

Solusi

Tidak ada solusi bagi jiwa-jiwa yang didalamnya sudah tak ada lagi nasionalisme, yang tersisa hanya ada pada retorika di acara seremonial saja, selepas itu.. money talk, guys. persis seperti cerita dinegara-negara maju, dimana the invisuble hand membantu habis-habisan kampanye jagoannya tentu bukan dukungan karena idealisme tetapi semata demi melebarkan tentaclesnya keseluruh penjuru bhumi. Mari kita pupuk idalisme nasional kita sebelum anak-cucu kita pun hilang harga dirinya dan dengan sukarela menjadi budak asing :-( tak usah merasa terlambat. Dikatakan; "bahkan kalaulah engkau tahu esok hari kiamat, benih ditangan haruslah ditanam pula.."
Read More »

Asuransi nelayan. Sebuah harapankah?

Asuransi ini[asuransi nelayan] merupakan bagian dari asuransi pemerintah. Seperti diketahui gayung bersambut, semua fihak satu suara baik dari rezim yang berkuasa yang punya ide, para wakil rakyat yang merestui dan juga dari sisi para 'advokasi'/'pejuang' hak nelayan, semua sepakat ini demi rakyat sesuai dengan amanat undang-undang[hasil lobby berbagai fihak yang mempunyai kepentingan demi 'rakyat']..fiksi atau nyata terserah ;-) toh ini cuma curhat saja, adapun berkesesuaian dengan keadaan disuatu tempat atau suatu negara, itu hanya kebetulan belaka(karena mungkin, hatinurani anda dan saya pada posisi yang sama, atau mungkin kita cuma sama-sama 'minoritas pesimis' akan rezim yang berkuasa karena ga dapet saham? :-P ).

Asuransi nelayan. sebuah harapankan?
wikipedia

Demi rakyat

Dimulai dari ide untuk mengasuransikan semua nya seluruh rakyat Indonesia dikatakan terlindungi dengan proteksi dari asuransi, apapun profesinya, semua kalangan tak terkecuali. Dan ini kedepannya akan diwajibkan, diwajibkan dalam arti sebenarnya, dimana apabila tidak melakukannya(ikut serta) dalam asuransi wajib ini mana dipastikan akan mendapat sangsi-sangsi yang pasti sangat merepotkan, misalnya; tak dapat membuat KTP, KK, SIM dan hak administrasi rakyat lainnya.

Di negara maju saja misalkan Jerman[model asuransi kesejatan di Jerman], memang misal asuransi kesehatan itu wajib tetapi merupakan pilihan dimana disediakan asuransi kesehatan pemerintah dan asuransi kesehatan swasta, dimana jika seseorang memilih untuk menggunakan asuransi kesehatan swasta terdapat kriteria yang ditetapkan pemerintah Jerman sana, dan itu dipersilahkan.

Apa mungkin Indonesia  lebih maju? ..mungkin juga ya? apa salahnya kalau dinegeri tercinta ini menerapkan hal yang lebih fleksibel dimana masyarakat tidak wajib asuransi, diberi pilihan untuk menggunakan asuransi 'plat merah' atau asuransi komersil/swasta, dengan kriteria-kriteria yang ditetapkan pemerintah standar/karakter asuransi swasta yang ideal bagi masyarakat Indonesia raya ini. sederhana kan? coba bayangkan standar ganda yang kita lihat sehari-hari, dimana dikatakan, setiap pergantian rezim selalu saja ada BUMN yang diprivatisasi/dijual ke asing[huruf 'i' bisa di ganti sama huruf 'e'], demi efisiensi dan meningkatkan kinerja katanya, tetapi disisi asuransi sendiri apa yang terjadi? padahal perusahaan asuransi di negeri ini baik perusahaan asuransi nasional[pribumi] atau perusahaan asuransi multinasional sudah banyak bertebaran bak jamur dimusim hujan, kenapa tidak dimaksimalkan yang ada? hadeh.. gak ngerti aku mah.. ya karena mungkin otak awam ya? tidak juga.

Yang mengganggu 'rasa' disini adalah mengapa sampai wajib segala :-( ya mungkin saya hanya seorang awam saja[baca juga: kenapa mungkin bpjs memang diharamkan saja.], yang tak tau diuntung, tapi juga mungkin sudut pandang untung sendiri merupakan suatu kebebasan tersendiri mendefinisikannya sebagai hak dasar dalam kebebasan sebagai individu, iya kan? bisa jadi menurut rezim yang berkuasa bersabda;"..eh ini baik untuk loh!", tapi biarlah kami sendiri yang menentukan baik atau buruk, untung atau rugi sebab pemahaman dan keyakinan kita berbeda dan katanya tak ada paksaan untuk itu?

Lantas mungkin ada pernyataan apa yang terjadi dengan tanggung jawab sosialnya? dimana itu? tentu tanggung jawab sosial tetap ada dalam kebebasan individu tetap hanya ingin memastikan bahwa tanggung jawab sosial yang ada jangan sampai menjadi keuntungan fihak 'middle man', biar kami yang melakukan itu! apa sumberdaya alam yang ada tidak cukup untuk mengeruk keuntungan? sampai-sampai sumberdaya manusia pun tak luput rezim yang berkuasa eksploitasi juga :-(

kembali lagi ke asuransi nelayan, katanya, “Perlindungan ini merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan kesadaran nelayan akan pentingnya jaminan sosial untuk melindungi pekerja dari risiko kerja,”. ya benar. dengan 'kesadara' yang dimaksudkan maka seluruh nelayan akan dengan suka cita membayar kewajiban setiap bulan yang katanya 'sangat kecil'[cuma Rp.16.000,-] nilai rupiahnya jika dibanding dengan penggantian[berupa klaim asuransi] bilamana resiko yang dipertanggungkan terjadi semisal kecelakaan dan atau meninggal dunia.

Belajar berhitung lagi

Mari belajar berhitung keuntungan kita jika sistem ini sahamnya punya kita orang :-)
dimana premi yang harus disetorkan oleh rakyat republik Indonesia raya tercinta ini adalah Rp.16.800,-(menurut web site: djpt.kkp.go.id) diikut sertakan sebanyak 1000 nelayan didaerah banyuwangi. Dan diwartakan pula oleh industri.bisnis.com bahwa kementrian terkait merencanakan 1juta asuransi untuk nelayan dan dharapakan terealisasi awal tahun ini, dan kementrian kelautan perikanan(KKP) telah menyiapkan sedikitnya Rp.250miliar(untuk pertaruhan :-D dalam arti pabila terjadi kecelakaan Rp.250miliar segera berpindah tangan ke rakyat, kalau tidak ya Rp.16,8miliar akan menjadi pemasukan yang 'gurih', nah ini kan baru hanya untuk 1juta nelayan saja).

Rp. 16.800,- x 1.000.000 asuransi nelayan = Rp.16.800.000.000,-(sekitar 18,8miliar)

jadi kesimpulannya apa? ya nyata sudah kalau penulis cuma pesimis yang gak kebagian saham :-D atau.. Anda menemukan kesimpulan lain? alhamdulillah. semoga bermanfaat. sekali lagi, cuma curhat kok. jangan marah ya :-P toh para nelayan gak akan baca blog ini. kalau lah para nelayan online juga paling mereka cuma ngecek prakiraan cuaca buat referensi pergi melaut, setidaknya itu yang kita tau di ikan tv telkomsel..
Read More »

Tentang asuransi unit-linked dan pengampunan pajak

Tadinya Kefikiran kalau judul tulisan ini pake kata "heboh!" misalkan jadi "heboh! asuransi unit-linked gelisah terkait pengampunan pajak", tapi tak jadi sebab blog ini bukan blog gossip, sesuatu yang langka dan unik, dsb. :-) jadi.. sudahlah, biasa saja kok.

Definisi tentang pengampunan pajak/ tax amnesty, Amnesti pajak adalah program pengampunan yang diberikan oleh Pemerintah kepada Wajib Pajak meliputi penghapusan pajak yang seharusnya terutang, penghapusan sanksi administrasi perpajakan, serta penghapusan sanksi pidana di bidang perpajakan atas harta yang diperoleh pada tahun 2015 dan sebelumnya yang belum dilaporkan dalam SPT, dengan cara melunasi seluruh tunggakan pajak yang dimiliki dan membayar uang tebusan(sumber: pajak.go.id).

Tentang asuransi unit-linked dan pengampunan pajak
pajak.go.id
Sebelumnya tidak sepenuhnya menjadi perhatian[saya secara pribadi] tentang pajak terlebih tentang apa itu amnesti pajak, apa lagi banyak suara hati diberbagai penjuru blog orang biasa-bisa macam saya, yang mengatakan amnesti pajak hanya menyenangka para orang kaya, ada ungkapan;"pajak untuk orang kaya, orang miskin untuk[bekerja] orang kaya", apa hubungannya coba sama orang miskin, meskipun ya didalam UUD kita jelaskan "..orang miskin dipelihara oleh negara", kecuali.. sudah di amendment juga tuh menjadi;".. orang miskin dipelihara oleh para missionaris dengan dana dari luar negeri" :-(


Galau..

Tentang asuransi unit-linked dan pengampunan pajak
Asuransi Mencari kepastian hukum atas asuransi unit-linked terkait dengan amnesti pajak. Baik itu para agen asuransi dan para pemegang polis dikatakan galau dan meminta audiensi dengan fihak pajak kata Wong Sandy Surya, Ketua Umum Perkumpulan Agen Asuransi Indonesia (PAAI) kepada koran.bisnis.com. untuk mendapat kejelasan; "apakah nilai tunai yang terdapat didalam asuransi unit-linked termasuk asset atau tidak".

Pihaknya menolak jika nilai tunai produk asuransi berbalut investasi harus dikenai tarif tebusan. Pasalnya dalam Undang-Undang No.36/2008 tentang Perubahan Keempat Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan dalam poin E disebutkan pembayaran dari perusahaan asuransi berkenaan dengan polis asuransi bukan merupakan objek pajak.

Selain itu, kata Sandy, dalam ketentuan Pasal 9 Ayat 1 Huruf D juga ditetapkan premi asuransi yang dibayar oleh wajib pajak orang pribadi untuk kepentingan dirinya tidak boleh dikurangkan dalam perhitungan penghasilan kena pajak.

Kendati demikian, Sandy menegaskan para agen asuransi berkomitmen untuk menyukseskan program amnesti pajak. Menurutnya, agen asuransi seringkali membantu para pemegang polis dalam menata asetnya.

Dia menuturkan pihaknya aktif mendorong para pemegang polis mengungkapkan aset yang sebelumnya belum dilaporkan termasuk sumber penghasilannya. Apalagi setelah 2018 sistem keuangan menjadi terbuka dan membuat aparat pajak dapat merunut aset para pemegang polis.
sumber: koran.bisnis.com

Seperti kata pepatah: "hoping for the best, prepare for the worst" :-) tak ada sesuatu yang lebih baik yang ada kita harus lebih siap menghadapi apapun situasinya, dikatakan seandainya ada negeri Islam maka kita tak akan usah galau dengan 'ancaman' seperti ini, sebab disana kita tak kan bertemu dengan namanya pajak. harta kita ya milik kita, kecuali sepersekian persen yang wajib untuk dikeluarkan hak nya, mungin pada kesempatan lain saya coba rangkum so called 'pajak' menurut versi Islam, inshaAlloh,
Read More »

Wacana harga rokok naik, kenapa perusahaan rokok tidak seperti biasanya menurunkan para buruhnya ke jalanan.

Tidak lengkap rasanya kalau blog asuransi keluarga ini tidak ikut heboh dengan pemberitaan nasional tentang rokok, tentu kalau dipaksakan kan permasalahan rokok masih bisa nyambung juga dengan tema blog asuransi keluarga, ya terserah kamu yang punya blog, okeh thanks :-). Lanjut, sebelumnya juga sudah ditulis di blog ini tentang rokok, diantaranya; Antara rokok vs asuransi jiwa dan Kenapa ada perusahaan asuransi yang berani jual produk asuransi jiwa dan asuransi kesehatan tanpa berkas cek kesehatan[yg ini mah tdk terlalu membahas rokok], ya sebetulnya apa saya[kompetensinya] berani-berani membahas tentang rokok, tapi kan saya juga perokok, perokok pasif :-) yg setiap hari terpapar[ini kata bener tidak ya saya pake di kalimat ini?] asap rokok rekan kerja dan mertua[kalau sedang berkunjung ke rumah mertua] :-( warning!!! disini tak akan ada meme lucu-lucuan  tentang wacana harga rokok naik :-D

Wacana harga rokok naik, kenapa perusahaan rokok tidak seperti biasanya menurunkan para buruhnya ke jalanan.
©pixabay
Heboh mungkin adalah kata yang populer sekarang digunakan untuk sesuatu yang di wartakan secara kompak oleh media mainstream dan di ikuti para netizen[duh, saya mah bukan netizen downloadtizen paling..hehe] tentu kalau berfikir secara 'konspirasi minded' kita tinggal ngomong celpos aja "bah.. ini mah pengaliha isue dari perpanjangan kontrak karya bla..bla..", meskipun ada benarnya juga[mungkin] 0_o maunya sih ngebahas soal doa yang sempat heboh juga nyindir jokowi, ya.. bingung juga apa coba hubungannya dengan asuransi keluarga :-( ya, sudahlah. toh hubungannya denga asuransi pun dengan status diri perokok akan menjadi beban tersendiri didalam perhitungan premi yang harus dibayarkan, iya kan?

kembali lagi..

ke permasalahan rokok, dimana diberbagai pemberitaan terdapat wacana harga rokok naik, dan ini sudah dipastikan[mungkin] benar-benar terjadi. apa alasannya? baik, alasannya terdapat indikasi kesepakatan antara pemerintah dan tokoh-tokohnya juga publikasi dari para seleb nasional tentang pernyataan persetujuan akan rencana ini, bahkan tokoh dari berbagai kalangan sepakat dari mulai kalangan agamawan, liberalis industri[makanya gak demo]. toh apa ruginya bagi mereka kan? bagi pemerintah dikatakan pemasukan demi kesehatan masyarakat akan meningkat[?], disisi industri mungkin laba yang didapatkan dari para pecandu rokok tak akan terpengaruh juga.

Dikatakan pula wacana ini atas survey yang dilakukan jumlah orang akan berhenti merokok akan bertambah, ada juga para blogger yang tak bertanggung jawab mengatakan;"itu mah surveynya di dapat dari orang-orang yang gak ngerokok", kalau lah betul ini juga menjadi pembenaran bahwasannya orang yang tak merokok dipermasalahan ini posisinya sebagai korban dari para perokok bukan? :-) oke deh sampai sini coba kita mikir bareng pake hati. Apakah hasil survey ini mengganggu fihak industri sampai harus melobby wakil rakyat untuk modifikasi UU? tentu tidak, rupanya fihak industri pula punya fakta yang membuat mereka cukup tenang :-) dimana orang merokok yang sudah nyandu berapapun harga pasti tetep bisa ngerokok. ini lah sebabnya kenapa buruh rokok tak turun kejalan untuk menentang kebijakan pemerintah ini, akan menjadi kenyataan atau cuma sekedar pengalihan isue karena minimnya prestasi dari rezim yang berkuasa atau karena raportnya banyak merah :-D

Sebuah kutipan..

hadits yang wallohu'alam relevansinya, disebuah blog[saya lupa blog nya apa, kalau ingat pun ga akan ada lifelink] :-) tentang hukuman kelak di akhirat bagi orang yang pekerjaanya[bukan profesi]memimun/memakan/menghisap racun, sebab sudah menjadi fakta ilmiah medis jika rokok menghadung zat beracun yang berbhineka :-) berikut kutipan haditsnya;

Barangsiapa bunuh diri dengan besi, maka di neraka jahanam nanti besi itu selalu di tangannya, ia menusuk-nusukkannya ke perutnya selama-lamanya. Dan barangsiapa bunuh diri dengan minum racun, maka di neraka jahanam nanti ia akan terus meminumnya selama-lamanya. Dan barangsiapa bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari gunung, maka di neraka jahanam nanti, ia akan menjatuhkan (dirinya) selama-lamanya.” (HR. Muslim, 109)

مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَىْءٍ عُذِّبَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Barangsiapa yang membunuh dirinya sendiri dengan suatu cara yang ada di dunia, niscaya pada hari kiamat, niscaya ia akan disiksa dengan cara seperti itu pula.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Naudubillah :-( kalau kita termasuk mati seperti ini, karena pun nabiSAW tidak menyalatkan meski tidak pula melarang para sahabat pada waktu itu, sungguh merugilah kita ini;

Ada orang yang bunuh diri dengan pisau, maka Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Kalau saya, maka saya tidak shalatkan dia.” (HR. An Nasa’i no. 1964 dan dinyatakan shahih oleh Syaikh Al Albani)

Semoga kita menjadi orang-orang yang takut[taqwa] lalu membersihkan diri kita termasuk paru-paru kita dan terhindar dari keburukan yang abadi. Jangan lalai oleh kehidupan yang amat sebentar ini. wallohualam.
Read More »

Jangan menunda dalam apapun termasuk dalam investasi.

Sudah menjadi permakluman secara umum di republik tercinta Indonesia ini jika tidak tepat waktu, istilahnya "jam karet", berarti; lentur, fleksibel, nyantei. Misalkan ketika kita rapat kadang sudah menjadi aturan tak tertulis pula biasanya pada kenyataanya sedikit terlambat, dan suatu yang mustahil waktu yang dipercepat, biasanya lebih dari yang dijadwalkan begitu seterusnya, apakah ini "tradisi" bangsa kita? tentu tidak :-) kalau pun iya kita jangan mengakuinya dan segeralah berubah, bukan hanya urusan waktu saja sejatinya ini merupakan karakter diri atau cerminan pribadi, selain menunda waktu, sudah dipastikan akan menunda pula apapun yang menjadi 'kewajiban' kita, ya kita senantiasa menunda pekerjaan, sampai pada waktu tenggat[deadline]  barulah kita mengerjakannya, bahkan sampai-sampai kita tidak tidur dimalam terakhir, padahal beberapa hari sebelumnya waktu tidak dimanfaatkan untuk menyelesaikan 'pekerjaan' yang seharusnya kita kerjakan.

Okeh, kita putar waktu ke beberapa tahun belakang, semasa kita berada di bangku sekolah. Hal yang sama tidak jauh berbeda kita tetap perbuat sampai saat ini, tugas sekolah yang diberikan bapak/ibu guru baru mulai diselesaikan malam hari dimana keesokan hari tugas harus dikumpulkan, akhirnya kita merepotkan teman si 'rajin' karena kita lalai menyelesaikan tugas sekolah. Kembali lagi ke waktu sekarang, dimana kita mempunyai pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat kita dan mengerjakan sesuatu yang tidak membuat kita bergairah mengerjakannya, dan akhirnya menunda menjadi kebiasaan, terlalu banyak hal yang menarik misalkan dikantor dengan koneksi internet, waktu berlalu sekian jam kerja tanpa menghasilkan apapun...

Menunda pekerjaan diperbolehkan.

Benarkah? menunda pekerjaan dibolehkan? wah asik tuh :-) menunda perkerjaan dengan alasan pada waktu lain akan dikerjakan, pada kondisi tertentu diperbolehkan, tetapi tentu dengan alasan ada 'prioritas' pekerjaan yang menuntut untuk ditangani dengan segera, tentu bukan alasan karena '..lagi males', atau.. 'boss kan lagi meeting ke luar kota, nyantei dulu ah..' [harus] disadari bahwa biasanya kita sering menggunakan alasan-alasan yang kurang dibenarkan.

Benarlah apa kata pepatah; "..Sesungguhnya waktu yang kita miliki lebih banyak dibandingkan kewajiban yang harus kita kerjakan". semoga ini menjadi bahan renungan kita. kerjakan apa yang harus kita kerjakan, jangan takut dan khawatir, iringi dengan berdo'a dan bertawakal untuk urusan hasil akhirnya serahkan semua kepadaNYA.

Setelah sedikit meningkat, masalah selanjutnya yang kita hadapi setelah menunda pekerjaan adalah menunda investasi, kita akan rugi besar jika kita melakukan ini, banyak refensi perhitungan diluar sana yang menggambarkan keuntungan yang kita lewatkan jika kita sedikit saja terlambat dalam berinvestasi, maka jika kita belum pada level seorang investor,  tak ada salahnya kita mempersiapkan diri dengan membereskan sifat menunda pekerjaan, guna menghindari kerugian kelak dalam berinvestasi, apapun pilihan investasinya. harus jeli pula memahami perhitungan untuk memperkirakan apakah keuntungan yang didapat optimal didapat atau tidak, sebab jika perhitungan yang didapat tidak optimal tentu adalah lebih rasional untuk mengalihkan ke jenis investasi lain yang dengan resiko yang sama tetapi dengan keuntungan yang lebih. contohnya saja; misalkan seseorang hendak berinvestasi didalam produk asuransi unit link, perhitungkalah keutamaan pembayaran premi mana yang lebih menguntungkan disisi investasinya, sebab biasanya premi dibayar sekali biasanya keuntungan investasi lebih sedikit dibandingkan premi yang dibayar rutin. tentu lain produk investasi lain pula jurus ngitung yang digunakannya

Sederhananya, lihatlah kawan/teman kita semasa sekolah/kuliah dulu, perhatikan kenapa dia lebih sukses dari kita, apa kelebihannya? biasanya tidak ada yang melebih dari apa yang kita miliki(sebagai modal awal), yang membedakannya kadang dia lebih rajin dari kita yang selalu menunda-nunda, jangan menunda-nunda dan tak ada kata terlambat. RasullullahSAW pernah bersabda; "Tanamlah bibit pohon yang ada di tangan mu sekarang juga, meski besok kiamat. Allah akan tetap memperhitungkan pahalanya,"


Lawan dari menunda adalah bersegera.

Jangan menunda dalam apapun termasuk dalam investasi.
time

Bersegeralah kalian menuju ampunan Tuhan kalian dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali Imran [3]: 133).

Bersegeralah melakukan perbuatan baik, karena akan terjadi fitnah laksana sepotong malam yang gelap.” (HR. Muslim) Dalam hadits lain, beliau juga menerangkan, “Jadilah engkau di dunia laksana orang asing atau orang yang menyeberangi jalan.” Ibnu umar berkata. “Bila engkau berada di sore hari, maka jangan menunggu datangnya pagi, dan bila engkau di pagi hari, maka janganlah menunggu datangnya sore.” Manfaatkan waktu sehatmu sebelum sakitmu, dan waktu hidupmu sebelum matimu.

Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami.” (Al-Anbiya’ : 90).

Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.” (Al-Mukminun : 61).

Nasihat Imam asy syafi'i; "..dia mengatakan bahwa waktu bagaikan pedang. Jika kamu tidak memotongnya (memanfaatkannya), maka dia akan memotongmu!"

Semoga kita terlepas dari 'tradisi' menunda yang buruk ini, dan kita senantiasa selalu bersegera didalam segala hal, sebelum kebaikan itu berlalu dan tak akan pernah kembali lagi meskipun kita menunggunya sampai saat kiamat nanti..
Read More »

Asuransi di masa perang

Dengan berbagai pemberitaan diberbagai media masa, khususnya kita sebagai masyarakat digital, arus informasi pada kenyataanya arus informasi tak dapat dibendung lagi oleh suatu rezim di suatu negera terentu, semua tersadarkan dan tercerdaskan dengan kebebasan informasi ini, banyak dampak positif dan tidak sedikit dampak negatif.

Khususnya berkaitan dengan asuransi keluarga, seharusnya disadari dengan meningkatnya berbagai konflik diberbagai penjuru dunia, ada kekhawatiran yang patut diperhitungkan kedalam perencanaan di dalam kehidupan 'normal' kita, sehabis era komunis, mungkin kita bisa namai sekarang era rafidoh, dimana dengan percaya diri agama ini ingin menetralkan[baca:menggantung, membunuh, menyembelih] musuh besarnya yang dianggapnya kafir dan halal darahnya, orang-orang ahlus sunnah. [di era modern ini]di mulai dengan suksesnya memporak porandakan afghanistan sedangkan russia saja tak mampu melakukan ini, disusul dengan mencaplok iraq diakhiri dengan digantungnya saddam husain, mungkin atas keberhasilan itu, kepercayaan diri timbul dengan rencana besar khayalan mengambil alih negeri dari kaum muslimin, negeri yang diramalkan nabi Isa akan turun. entahlah...

Selanjutnya, pertanyaan sederhana timbul; "apakah polis asuransi kita yang setiap bulan kita bayar premi asuransi nya, akan melindungi dari resiko semacam ini?". Tentu saja biasanya "kesadaran" kita mengambil alih setelahnya dengan ucapan; "ah.. itu kan di negara orang jaul. itu terjadi kan cuma di TV. kita mah ga mungkin ngalami hal yang macam itu. jangan mikir yang macem-macem.." kalau jawabannya seperti itu anda ga usah baca tulisan selanjutnya dibawah.. :-) kalau tidak silahkan baca lanjut..

Produk asuransi nya.

Asuransi dimasa perang? benarkan ada? jawabannya, tidak :-) tapi untuk jenis asuransi tertentu ini berlaku, dan terjadi[memang ada asuransi yang mengcover resiko perang]. Asuransi jenis ini bukan asuransi biasa seperti asuransi kesehatan, asuransi jiwa dan asuransi lainnya yang sifatnya untuk kepentingan individu/public. melainkan sebut saja, asuransi korporasi, dimana fihak tertanggung adalah perusahaan, dalam hal ini menurut dokument yang tercatat biasanya perusahaan penerbangan,

Asuransi dengan tanggungan resiko peperangan, biasanya menanggung segala resiko yang disebabkan/dikarenakan peperangan, diantaranya; invasi, pemberontakan, pembangkangan terhadap pemerintah yang berkuasa dan pembajakan. ada juga polis yang mengcover/memproteksi atas dampat persenjataan penghancur masal. Seperti yang dituliskan diatas, ini biasa digunakan untuk industri perkapalan[pengiriman muatan] dan pesawat terbang, dan penilaian dari nilai asuransi nya sendiri dihitung berdasarkan dari nilai kapal atau pesawat berserta penumpangnya. dan ada juga perhitungannya asuransinya atas rute yang diambil open pesawat atau kapal hendak menuju.

Adapun polis asuransi atas masa perang untuk individu untuk pesawat terbang dibatalkan setelah kejadian 11 september 2001, dan pemerintah federal Amerika serikat menyediakan asuransi resiko teror[terorisme] untuk melindungi resiko yang mungkin terjadi dialami pesawat terbang komersil.

Di negeri sendiri.

Di Indonesia sendiri, produk asuransi yang berhubungan dengan keadaan peperangan untuk kepentingan individu praktis tidak ada. tetapi bukan tidak ada sama sekali. Jelas, beberapa perusahaan asuransi lokal, diantaranya ada produk asuransi properti, yang memiliki manfaat tambahan perlindunan atas kejadian chaos, semisal; terorisme, kerusuhan. Meskipun banyak juga perusahaan asuransi yang mencari aman :-) Tinjauan realistis. kejadian-kejadian ini biasanya kejadian boleh dikatakan yang minor bukan peperangan yang sesungguhnya yang dipertanggungkan. Kalau terjadi peperangan bisa dipastikan perusahaan asuransi, apalagi perusahaan asuransi multinasional, telah memprediksinya dan segera mengamankan assetnya[termasuk uang kita] ke negeri yang lebih stabil membiakan modalnya. bagaimana dengan kita bilamana peperangan terjadi? kita ya apa yang ada di dompet kita, setelah itu mungkin apa yang ada dikepala kita untuk bertahan[survive], setelah itu yang terakhir apa yang ada di hati kita[pasrah atas segala ketentuanNYA atas diri kita yang lemah ini..].

Sebelumnya juga ada tulisan tentang asuransi terorisme dan tulisan tentang  asuransi, investasi dan survive ....;
investasi terbaik menurut survivalism.
investasi terbaik segala kondisi perekonomian.
semoga bermanfaat dan menjadi pertimbangan, toh alirah sempalan di republik tercinta ini tumbu subur karena dipupuk oleh pupuk terbaik dari luar negeri, dan ini bukan rahasia lagi, kalau Indonesia mulai macem-macem, benih ini tinggal diakftikan sesuai perintah untuk mendestabilisasi negara yang ga nurut titah the big brother :-).
Read More »

The incredibles, sejatinya perusahaan asuransi dan pemegang polis asuransi yang malang.

Sebuah film animasi keluarga.

Peringatan ini bukan movie review :-) sekedar bernostalgia, meski dengan muatan tetep berhubungan dengan blog asuransi keluarga dan film animasi 3d the incredibles merupakan sebuah tontonan santai keluarga dengan latar cerita para super hero dipaksa pensiun, yang menarik terdapat sebuah scene dimana sang incredibles akhirnya bekerja di perusahaan asuransi, dimana dia dengan posisi untuk menolak dan atau meluluskan klaim dari pemegang polis asuransi(tertanggung).

Pixar, Walt Disney Pictures
Tetapi permasalahan yang terjadi sejatinya dia adalah super hero yang senantiasa membantu yang membutuhkannya, dan ini bertentangan dengan kebijakan perusahaan asuransi dimana dia bekerja, dia menjadi incaran boss karena selalu berusaha membantu pemegang polis asuransi untuk mendapatkan klaim yang mereka butuhkan dan ini bertentangan dengan kebijakannya, dikatakan bahwa prioritas utama dari perusahaan asuransi adalah para pemegang saham, bukan para pemegang polis :-) bagaimanapun caranya harus sedapat mungkin setiap klaim yang diajukan para pemegang polis asuransi harus tertolak dengan berbagai alasa, semisal bahwa klaim yang diajukan tidak termasuk dalam proteksi.. atau boleh dicairkan tetapi dengan penalty asuransi /potongan biaya administrasi sampai 70%. :-(

Benarkan..

Tentu tidak akan semua mengambil pendapat ini, 'itu kah cuma film' bisa jadi kita akan mengatakan itu, atau agen asuransi anda mengatakan itu. tetapi secara jujur perusahaan ada bukan untuk menolong kita tetapi perusahaan asuransi ada untuk 'making profit'(=nyari untung) tentu berbeda dengan apa yang dikomunikasikan pada prakteknya kepada kita sebagai prospek atau calon pembeli polis asuransi.

Tentu dengan motif  'pertaruhan yang menguntungkan' dimana perhitungan sudah dipastikan dengan berbagai pengeluaran dan komisi bonus kepada para agen asuransi nya tetap mendapat keuntungan, ingat:premi yang kita setorkan adalah mutlak hak milik perusahaan asuransi kenapun mereka(perusahaan asuransi) inginkan investasi kan untuk mendapatkan keuntungan, ketahuilah bahwa premi yang kita setorkan di tahun pertama total untuk komisi/bonus bagi agen asuransi(asuransi unitlink), baik itu mendapati kepastian dari hasil riset internal perusahaan, misalkan tentang harapan hidup / kualitas taraf hidup suatu komunitas dan data statistik yang telah dipastikan nilai kesalahannya pada prosentasi yang masih ditolelir, misalkan; jumlah rata-rata klaim yang diajukan pemegang polis asuransi tertentu pertahun yang sudah diperkirakan sebelumnya.


Lantas kenapa orang-orang kalau tahu perusahaan asuransi hanya mencari untuk tetap mengambil sebuah misalnya, polis asuransi jiwa. Tentu jawabannya, harapan. Mentalitas penjudi disini berperan, biasanya ucapannya kurang lebih;'gak apa-apakan kalau terjadi sesuatu resiko kita kan dapet untuk, kalau engak ya itu hangus kita anggap aja kehilangan duit' :-( ini kalau yang mikirnya konvensional alias asuransi umum ya, bagaimana dengan asuransi syariah, yang katanya lebih adil, kembali lagi, tergantung fakta yang ada, salah satu contohnya, tentang penutupan polis asuransi sefihak dari tertanggung maka akan adanya semacam penalty atau bahasa asuransi syariah nya biaya administrasi yang sangat besar hampir 70% itu, yang kalau diperhatikan tak jauh berbeda antara kezaliman yang dilakukan perusahaan asuransi konvensional/umum dengan perusahaan asuransi syariah ;-) ya ini soal samanya saja ya, tentu terdapat beberapa perbedaan yang sangat jauh antara asuransi konvensional dengan asuransi syariah.
Read More »

Model asuransi kesehatan di negara Jerman

Ketikan hendak tinggal atau bekerja di negara Jerman, terdapat (1) Asuransi kesehatan yang ditetapkan berdasarkan undang-undang berhubungan dengan asuransi kesehatan dengan dikenal dengan nama Gesetzliche Krankenversicherung(GKV), selanjutnya (2) Asuransi kesehatan private/umum/swasta dikenal dengan nama Private Krankenversicherung(PKV),  kita bisa memilih menggunakan asuransi kesehatan dengan catatan penghasilan diatas nilai tertentu atau jika kita bekerja sendiri/seorang pebisnis. Asuransi kesehatan jenis kedua ini, Asuransi kesehatan private terdapat dua jenis, persis seperti di Negeri kita Indonesia, ada yang dari Jerman sendiri dan ada juga perusahaan asuransi internasional, tetapi yang wajib menjadi perhatian, bahwa dikatakan tidak semua perusahaan asuransi internasional mempunyai kebijakan berdasarkan aturan yang telah digariskan oleh hukum negara Jerman sendiri. Dan jika tetap keukeuh ingin menggunakan polis asuransi kesehatan dari perusahaan Asuransi internasional maka kewajiban kita untuk membuktikan bahwa telah memenuhi persyaratan minimal dari yang peraturan yang telah menjadi standar perusahaan asuransi kesehatan wajib, dimana didalamnya termasuk dalam perawatan penyakit kronis dan perawatan lansia.

Kedua jenis asuransi kesehatan ini merupakan pilihan dimana jika kita tidak mampu makan silahkan pilih asuransi kesehatan wajib, dan jika mampu mana ada kebebasan untuk memilik asuransi kesehatan private/umum. tak seperti di negeri kita, dipastikan beberapa tahun yang akan datang kita tak akan bisa memiliki sim atau ktp dan berkas-berkas lain yang menjadi hak warga negara jika kita tak ikut asuransi BPJS :-( baca juga dilink terkait dibawah;



Model asuransi kesehatan di negara Jerman
Germany
Adalah juga sangat bermanfaat untuk mengetahui bahwa tidak seperti asuransi kesehatan wajib, asuransi kesehatan di sana(Jerman), asuransi kesehatan private berdasarkan pada profile resiko kita, dengan kata lain berdasarkan usia dan keadaan kondisi kesehatan. Dan biaya penggantian dihitung berdasarkan biaya rata-rata pengeluaran medis dari setiap kelompok wilayah yang ada di Jerman sana, bahkan berpengaruh juga bilamana kita adalah perempuan atau lansia bisa jadi kita harus mengeluarkan lebih daripada dibandingkan anak muda misalnya ;-)

Tentu ketelitian kita dituntut pada tahap ini, dimana banyak konsultan asuransi di Jerman yang merekomendasikan berbagai macan produk asuransi dari perusahaan asuransi kesehatan di Jerman sana, tetapi pastikan bahwa perusahaan asuransi kesehatan yang ditawarkan kepada kita polis asuransi kesehatan nya, bahwa telah memenuhi standar secara hukun yang berlaku di negara ini. Sebab tentu ini merupakan bisnis yang sangat menjanjikan bagi fihak-fihak tertentu memberikan jasa konsultan asuransi kepada para profesional dan pendatang yang mana mereka akan mendapatkan keuntungan dengan mereferensikan ke broker/agen asuransi kesehatan yang telah sebelumnya melakukan kerjasama, dan tentu situasi ini menjadi bias karena kita diarahkan mungkin bukan atas kebaikan produk asuransi kesehatan yang kita harapkan.

Yang lebih aman mungkin kembali lagi kita membutuhkan freferensi dari orang-orang yang kita kenal baik itu rekan kerja atau sanak saudara, yang sudah terlebih dahulu menggukana jasa konsultan asuransi, meskipun tanpa bantuan mereka kita bisa saja melakukan riset dari beberapa media yang ada mencari infromasi memastikan, di sisi lain tentang persyaratan dan aturan yang ada disetiap produk asuransi dan perusahaan mungkin akan sangat membuang waktu bilamana kita harus melakukan riset sampai menentukan mana yang paling pas dengan kebutuhan asuransi kita. Kemungkinan terburuknya dimana kita salah memilih produk asuransi tanpa memahami aturan dan persyaratan yang ada bisa jadi kita mendapati diri dengan tagihan yang menakutkan bagaikan kena jebakan :-) jadi mungkin tak ada salahnya menggunakan jasa semacam ini.

Sebetulnya kita bisa saja langsung  untuk mendapatkan perawatan darurat menuju rumah sakit yang telah mengadakan perjanjian dengan perusahaan asuransi dimana kita memiliki polis, dan rumah sakit akan menghubungi perusahan asuransi kita untuk menyatakan biaya dari perawatan yang ditanggung, yang menjadi repot dimana penyedia layanan asuransi tidak mencukupi biaya yang ditagihkan fihak rumah sakit atas perawatan kita. mana kita tetap harus membayar biaya lebih dari yang ditanggung, dan ini tak akan mendapati reimbursement aka penggantian biaya.

baca juga tentang tentang-reimbursement-dan-cashless
Read More »

Antara rokok vs asuransi jiwa

Penghantar.

Seru, mungkin itu kata yang pas, beberapa blog yang ngebahas bahayanya asap rokok, di bagian comment nya biasanya sedikit memanas, banyak yang ngotot rokok halal karena kata kiayi yang merokok juga memfatwakan kalau rokok itu halal, ada juga yang berterimakasih dengan tulisan yang menyadarkannya dan berharap dapat menghilangkan  kebiasaan merokok, ada juga web LSM yang menyuarakan anti rokok tapi tentu ini ga nyambung sebab LSM level nasional yang menyuarakan hak non perokok hanya bergerak di tataran atas saja, misal hanya menggunakan artis dan tokok untuk memberikan 'pencerahan' bukan bergerak menggandeng misal, para ulama atau tokok untuk memberikan penyadaran.

Mungkin karena LSM sama tokoh Islam memang berseberangan ya, buktinya berbagai ketidakadilan yang dialami ummat Islam LSM yang katanya level nasional pada bungkam, ya tidak ada maksud mengungkit-ungkit sih, cuma mencoba mencatat saja, dan menerangkan dan mengingatkan kepada sodara seiman, siapa kawan siapa lawan, jadi bilamana terjadi konflik sosial yang memanasi seperti diwilayah timur tengah, kita sudah pada tahu sebab kita sudah 'menandai'nya ;-) tapi seperti kata pepatah; 'The enemy of my enemy is my friend', untuk sementara anggap saja kita berjuang di issue yang sama yakni 'asap rokok', semoga saja memang ikhlas karena ingin melakukan penyadaran bukan sekedar karena ada 'pendanaan dari luar' apapun orderan isue yang harus diangkat pasti dilakukan, been there done that.

Antara rokok vs asuransi jiwa


fakta tentang rokok.


  • Para perokok tidak hidup sepanjang orang-orang yang tidak merokok.
  • Beberapa perusahaan memecat pekerja yang merokok dikarenakan biaya kesehatan, berkurangnya produktifitas dari masalah kesehatan dan konflik sosial.
  • Biaya membeli rokok cukup murah tetapi tetap menghabiskan uang para perokok karena merokok telah menjadi rutinitas.
  • Rokok dijual bebas, tanpa batas, tanpa aturan, di semua tempat, dan bagi siapa saja.
  • Pajak rokok di Indonesia termasuk yang paling rendah di muka bumi ini, hanya 30% dari harga eceran (di negara lain bisa 60%).

Rokok di media.

Terlepas apakah itu media cetak atau media visual cukup membahagiakan, tentu ini dari sudut pandang fihak yang terzalim di mana tak mampu menghindar dari asap rokok kecuali ikut menghisapnya dengan berbagai konsequensi bahaya yang nyata, baik itu posisi anak-anak atau ibu hamil atau orang-orang yang merasa terganggu kesehatan pernafasannya karena asap rokok dari orang yang mengisapnya ditempat yang sama. Membahagiakan dalam arti, sudah menjadi sebuat keepakatan/aturan salah satunya benar-benar membatasi ruang gerak iklan rokok di televisi, dan media cetak, ada juga peringatan bahaya rokok di kemasan/bungkus rokok, meskipun ragu juga efentifitas gambar korban bahaya merokok yang ditampilkan mempengaruhi fikiran dan perasaan para 'perokok sejati'. coba deh search gambar di google dengan kata kunci 'cigarette warning images', duh.. gambar2 cukup menjijikan dan menakutkan, tapi toh katanya itu orang, mbok ya jangan doakan saya gitu dong.. katanya.

Entahlah, cuma sedikit saja fenomena yang kita tau yang memang muncul kepermukaan dan memang diumpankan untuk kita ketahui, katanya banyak juga tentang ini(rokok) yang tak kita ketahui, misalnya bagaimana kabarnya tentang perundang-undangan yang digodok para wakil rakyat dan para lobbies di kantor yang dibiayai oleh rakyat, apakah produk undang-undangnya memang pro pada kesehatan rakyatnya? atau pro pada 'pendapatan negara', dan keputusan lain dengan pandangan yang lebih jauh kedepan, maksudnya kedepan apa ke dana pensiun mereka? entahlah :-)

Rokok di Asuransi Jiwa.

Di media rokok mendapatkan posisi terbatas dan lebih lagi status perokok dalam sistem asuransi, khususnya di asuransi jiwa dan umumnya di produk asuransi lain. Dikatakan, beruntunglah anda pabila tidak merokok jika hendak atau memiliki polis asuransi jiwa, dari sekian banyak keuntungan dalam asuransi jiwa karena tidak merokok, sedikit diantaranya;

  1. Kita mendapati kewajiban premi yang lebih murah dibanding dengan keadaan bahwa kita adalah seorang perokok aktif. Sampai-sampai pada perusahaan asuransi jiwa tertentu kita bisa menghemat 2-3kali lipat dari jumlah uang petanggungan yang harus dibayarkan, dan jangan lupa dikalikan berapa tahun lamanya masa pertanggungan, biasanya asuransi jiwa masa pertanggungannya jangka panjang > 20 tahun.
  2. Setelah mendapati keuntungan diatas, hitung pula keuntungan akibat berhenti merokok. kira-kira berapa rupiah yang didapat setelah dikali perhari perbulan dan pertahun. Anda bisa melakukan hal yang lebih bermanfaat, misalnya; menambah keuntungan dengan melakukan 'top up' dari nilai bagi hasil kelak dari produk investasi dari asuransi unitlink.

Rokok dan asuransi nasional.

Bahkan pada tahun 2014 terdahulu Menurut Deputi 3 Kemenko Kesra Emil Agustiono, harus ada asuransi tersendiri yang mengelola premi kesehatan para perokok, “Semestinya penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh hobi, seperti merokok tak sewajarnya tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” paparnya. Menarik sekali pernyataan ini, apa kabarnya tindak lanjutnya sekarang sudah terealisasikan?... okeh ada kata pepatah lagi yang pas nih.. too good to be true. ya setidaknya kita mengharapkan yang terbaik bagi rakyat bangsa ini didalam doa, amin.
Read More »