Tentang asuransi unit-linked dan pengampunan pajak

Tadinya Kefikiran kalau judul tulisan ini pake kata "heboh!" misalkan jadi "heboh! asuransi unit-linked gelisah terkait pengampunan pajak", tapi tak jadi sebab blog ini bukan blog gossip, sesuatu yang langka dan unik, dsb. :-) jadi.. sudahlah, biasa saja kok.

Definisi tentang pengampunan pajak/ tax amnesty, Amnesti pajak adalah program pengampunan yang diberikan oleh Pemerintah kepada Wajib Pajak meliputi penghapusan pajak yang seharusnya terutang, penghapusan sanksi administrasi perpajakan, serta penghapusan sanksi pidana di bidang perpajakan atas harta yang diperoleh pada tahun 2015 dan sebelumnya yang belum dilaporkan dalam SPT, dengan cara melunasi seluruh tunggakan pajak yang dimiliki dan membayar uang tebusan(sumber: pajak.go.id).

Tentang asuransi unit-linked dan pengampunan pajak
pajak.go.id
Sebelumnya tidak sepenuhnya menjadi perhatian[saya secara pribadi] tentang pajak terlebih tentang apa itu amnesti pajak, apa lagi banyak suara hati diberbagai penjuru blog orang biasa-bisa macam saya, yang mengatakan amnesti pajak hanya menyenangka para orang kaya, ada ungkapan;"pajak untuk orang kaya, orang miskin untuk[bekerja] orang kaya", apa hubungannya coba sama orang miskin, meskipun ya didalam UUD kita jelaskan "..orang miskin dipelihara oleh negara", kecuali.. sudah di amendment juga tuh menjadi;".. orang miskin dipelihara oleh para missionaris dengan dana dari luar negeri" :-(


Galau..

Tentang asuransi unit-linked dan pengampunan pajak
Asuransi Mencari kepastian hukum atas asuransi unit-linked terkait dengan amnesti pajak. Baik itu para agen asuransi dan para pemegang polis dikatakan galau dan meminta audiensi dengan fihak pajak kata Wong Sandy Surya, Ketua Umum Perkumpulan Agen Asuransi Indonesia (PAAI) kepada koran.bisnis.com. untuk mendapat kejelasan; "apakah nilai tunai yang terdapat didalam asuransi unit-linked termasuk asset atau tidak".

Pihaknya menolak jika nilai tunai produk asuransi berbalut investasi harus dikenai tarif tebusan. Pasalnya dalam Undang-Undang No.36/2008 tentang Perubahan Keempat Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan dalam poin E disebutkan pembayaran dari perusahaan asuransi berkenaan dengan polis asuransi bukan merupakan objek pajak.

Selain itu, kata Sandy, dalam ketentuan Pasal 9 Ayat 1 Huruf D juga ditetapkan premi asuransi yang dibayar oleh wajib pajak orang pribadi untuk kepentingan dirinya tidak boleh dikurangkan dalam perhitungan penghasilan kena pajak.

Kendati demikian, Sandy menegaskan para agen asuransi berkomitmen untuk menyukseskan program amnesti pajak. Menurutnya, agen asuransi seringkali membantu para pemegang polis dalam menata asetnya.

Dia menuturkan pihaknya aktif mendorong para pemegang polis mengungkapkan aset yang sebelumnya belum dilaporkan termasuk sumber penghasilannya. Apalagi setelah 2018 sistem keuangan menjadi terbuka dan membuat aparat pajak dapat merunut aset para pemegang polis.
sumber: koran.bisnis.com

Seperti kata pepatah: "hoping for the best, prepare for the worst" :-) tak ada sesuatu yang lebih baik yang ada kita harus lebih siap menghadapi apapun situasinya, dikatakan seandainya ada negeri Islam maka kita tak akan usah galau dengan 'ancaman' seperti ini, sebab disana kita tak kan bertemu dengan namanya pajak. harta kita ya milik kita, kecuali sepersekian persen yang wajib untuk dikeluarkan hak nya, mungin pada kesempatan lain saya coba rangkum so called 'pajak' menurut versi Islam, inshaAlloh,
Read More »

Wacana harga rokok naik, kenapa perusahaan rokok tidak seperti biasanya menurunkan para buruhnya ke jalanan.

Tidak lengkap rasanya kalau blog asuransi keluarga ini tidak ikut heboh dengan pemberitaan nasional tentang rokok, tentu kalau dipaksakan kan permasalahan rokok masih bisa nyambung juga dengan tema blog asuransi keluarga, ya terserah kamu yang punya blog, okeh thanks :-). Lanjut, sebelumnya juga sudah ditulis di blog ini tentang rokok, diantaranya; Antara rokok vs asuransi jiwa dan Kenapa ada perusahaan asuransi yang berani jual produk asuransi jiwa dan asuransi kesehatan tanpa berkas cek kesehatan[yg ini mah tdk terlalu membahas rokok], ya sebetulnya apa saya[kompetensinya] berani-berani membahas tentang rokok, tapi kan saya juga perokok, perokok pasif :-) yg setiap hari terpapar[ini kata bener tidak ya saya pake di kalimat ini?] asap rokok rekan kerja dan mertua[kalau sedang berkunjung ke rumah mertua] :-( warning!!! disini tak akan ada meme lucu-lucuan  tentang wacana harga rokok naik :-D

Wacana harga rokok naik, kenapa perusahaan rokok tidak seperti biasanya menurunkan para buruhnya ke jalanan.
©pixabay
Heboh mungkin adalah kata yang populer sekarang digunakan untuk sesuatu yang di wartakan secara kompak oleh media mainstream dan di ikuti para netizen[duh, saya mah bukan netizen downloadtizen paling..hehe] tentu kalau berfikir secara 'konspirasi minded' kita tinggal ngomong celpos aja "bah.. ini mah pengaliha isue dari perpanjangan kontrak karya bla..bla..", meskipun ada benarnya juga[mungkin] 0_o maunya sih ngebahas soal doa yang sempat heboh juga nyindir jokowi, ya.. bingung juga apa coba hubungannya dengan asuransi keluarga :-( ya, sudahlah. toh hubungannya denga asuransi pun dengan status diri perokok akan menjadi beban tersendiri didalam perhitungan premi yang harus dibayarkan, iya kan?

kembali lagi..

ke permasalahan rokok, dimana diberbagai pemberitaan terdapat wacana harga rokok naik, dan ini sudah dipastikan[mungkin] benar-benar terjadi. apa alasannya? baik, alasannya terdapat indikasi kesepakatan antara pemerintah dan tokoh-tokohnya juga publikasi dari para seleb nasional tentang pernyataan persetujuan akan rencana ini, bahkan tokoh dari berbagai kalangan sepakat dari mulai kalangan agamawan, liberalis industri[makanya gak demo]. toh apa ruginya bagi mereka kan? bagi pemerintah dikatakan pemasukan demi kesehatan masyarakat akan meningkat[?], disisi industri mungkin laba yang didapatkan dari para pecandu rokok tak akan terpengaruh juga.

Dikatakan pula wacana ini atas survey yang dilakukan jumlah orang akan berhenti merokok akan bertambah, ada juga para blogger yang tak bertanggung jawab mengatakan;"itu mah surveynya di dapat dari orang-orang yang gak ngerokok", kalau lah betul ini juga menjadi pembenaran bahwasannya orang yang tak merokok dipermasalahan ini posisinya sebagai korban dari para perokok bukan? :-) oke deh sampai sini coba kita mikir bareng pake hati. Apakah hasil survey ini mengganggu fihak industri sampai harus melobby wakil rakyat untuk modifikasi UU? tentu tidak, rupanya fihak industri pula punya fakta yang membuat mereka cukup tenang :-) dimana orang merokok yang sudah nyandu berapapun harga pasti tetep bisa ngerokok. ini lah sebabnya kenapa buruh rokok tak turun kejalan untuk menentang kebijakan pemerintah ini, akan menjadi kenyataan atau cuma sekedar pengalihan isue karena minimnya prestasi dari rezim yang berkuasa atau karena raportnya banyak merah :-D

Sebuah kutipan..

hadits yang wallohu'alam relevansinya, disebuah blog[saya lupa blog nya apa, kalau ingat pun ga akan ada lifelink] :-) tentang hukuman kelak di akhirat bagi orang yang pekerjaanya[bukan profesi]memimun/memakan/menghisap racun, sebab sudah menjadi fakta ilmiah medis jika rokok menghadung zat beracun yang berbhineka :-) berikut kutipan haditsnya;

Barangsiapa bunuh diri dengan besi, maka di neraka jahanam nanti besi itu selalu di tangannya, ia menusuk-nusukkannya ke perutnya selama-lamanya. Dan barangsiapa bunuh diri dengan minum racun, maka di neraka jahanam nanti ia akan terus meminumnya selama-lamanya. Dan barangsiapa bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari gunung, maka di neraka jahanam nanti, ia akan menjatuhkan (dirinya) selama-lamanya.” (HR. Muslim, 109)

مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَىْءٍ عُذِّبَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Barangsiapa yang membunuh dirinya sendiri dengan suatu cara yang ada di dunia, niscaya pada hari kiamat, niscaya ia akan disiksa dengan cara seperti itu pula.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Naudubillah :-( kalau kita termasuk mati seperti ini, karena pun nabiSAW tidak menyalatkan meski tidak pula melarang para sahabat pada waktu itu, sungguh merugilah kita ini;

Ada orang yang bunuh diri dengan pisau, maka Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Kalau saya, maka saya tidak shalatkan dia.” (HR. An Nasa’i no. 1964 dan dinyatakan shahih oleh Syaikh Al Albani)

Semoga kita menjadi orang-orang yang takut[taqwa] lalu membersihkan diri kita termasuk paru-paru kita dan terhindar dari keburukan yang abadi. Jangan lalai oleh kehidupan yang amat sebentar ini. wallohualam.
Read More »

Jangan menunda dalam apapun termasuk dalam investasi.

Sudah menjadi permakluman secara umum di republik tercinta Indonesia ini jika tidak tepat waktu, istilahnya "jam karet", berarti; lentur, fleksibel, nyantei. Misalkan ketika kita rapat kadang sudah menjadi aturan tak tertulis pula biasanya pada kenyataanya sedikit terlambat, dan suatu yang mustahil waktu yang dipercepat, biasanya lebih dari yang dijadwalkan begitu seterusnya, apakah ini "tradisi" bangsa kita? tentu tidak :-) kalau pun iya kita jangan mengakuinya dan segeralah berubah, bukan hanya urusan waktu saja sejatinya ini merupakan karakter diri atau cerminan pribadi, selain menunda waktu, sudah dipastikan akan menunda pula apapun yang menjadi 'kewajiban' kita, ya kita senantiasa menunda pekerjaan, sampai pada waktu tenggat[deadline]  barulah kita mengerjakannya, bahkan sampai-sampai kita tidak tidur dimalam terakhir, padahal beberapa hari sebelumnya waktu tidak dimanfaatkan untuk menyelesaikan 'pekerjaan' yang seharusnya kita kerjakan.

Okeh, kita putar waktu ke beberapa tahun belakang, semasa kita berada di bangku sekolah. Hal yang sama tidak jauh berbeda kita tetap perbuat sampai saat ini, tugas sekolah yang diberikan bapak/ibu guru baru mulai diselesaikan malam hari dimana keesokan hari tugas harus dikumpulkan, akhirnya kita merepotkan teman si 'rajin' karena kita lalai menyelesaikan tugas sekolah. Kembali lagi ke waktu sekarang, dimana kita mempunyai pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat kita dan mengerjakan sesuatu yang tidak membuat kita bergairah mengerjakannya, dan akhirnya menunda menjadi kebiasaan, terlalu banyak hal yang menarik misalkan dikantor dengan koneksi internet, waktu berlalu sekian jam kerja tanpa menghasilkan apapun...

Menunda pekerjaan diperbolehkan.

Benarkah? menunda pekerjaan dibolehkan? wah asik tuh :-) menunda perkerjaan dengan alasan pada waktu lain akan dikerjakan, pada kondisi tertentu diperbolehkan, tetapi tentu dengan alasan ada 'prioritas' pekerjaan yang menuntut untuk ditangani dengan segera, tentu bukan alasan karena '..lagi males', atau.. 'boss kan lagi meeting ke luar kota, nyantei dulu ah..' [harus] disadari bahwa biasanya kita sering menggunakan alasan-alasan yang kurang dibenarkan.

Benarlah apa kata pepatah; "..Sesungguhnya waktu yang kita miliki lebih banyak dibandingkan kewajiban yang harus kita kerjakan". semoga ini menjadi bahan renungan kita. kerjakan apa yang harus kita kerjakan, jangan takut dan khawatir, iringi dengan berdo'a dan bertawakal untuk urusan hasil akhirnya serahkan semua kepadaNYA.

Setelah sedikit meningkat, masalah selanjutnya yang kita hadapi setelah menunda pekerjaan adalah menunda investasi, kita akan rugi besar jika kita melakukan ini, banyak refensi perhitungan diluar sana yang menggambarkan keuntungan yang kita lewatkan jika kita sedikit saja terlambat dalam berinvestasi, maka jika kita belum pada level seorang investor,  tak ada salahnya kita mempersiapkan diri dengan membereskan sifat menunda pekerjaan, guna menghindari kerugian kelak dalam berinvestasi, apapun pilihan investasinya. harus jeli pula memahami perhitungan untuk memperkirakan apakah keuntungan yang didapat optimal didapat atau tidak, sebab jika perhitungan yang didapat tidak optimal tentu adalah lebih rasional untuk mengalihkan ke jenis investasi lain yang dengan resiko yang sama tetapi dengan keuntungan yang lebih. contohnya saja; misalkan seseorang hendak berinvestasi didalam produk asuransi unit link, perhitungkalah keutamaan pembayaran premi mana yang lebih menguntungkan disisi investasinya, sebab biasanya premi dibayar sekali biasanya keuntungan investasi lebih sedikit dibandingkan premi yang dibayar rutin. tentu lain produk investasi lain pula jurus ngitung yang digunakannya

Sederhananya, lihatlah kawan/teman kita semasa sekolah/kuliah dulu, perhatikan kenapa dia lebih sukses dari kita, apa kelebihannya? biasanya tidak ada yang melebih dari apa yang kita miliki(sebagai modal awal), yang membedakannya kadang dia lebih rajin dari kita yang selalu menunda-nunda, jangan menunda-nunda dan tak ada kata terlambat. RasullullahSAW pernah bersabda; "Tanamlah bibit pohon yang ada di tangan mu sekarang juga, meski besok kiamat. Allah akan tetap memperhitungkan pahalanya,"


Lawan dari menunda adalah bersegera.

Jangan menunda dalam apapun termasuk dalam investasi.
time

Bersegeralah kalian menuju ampunan Tuhan kalian dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali Imran [3]: 133).

Bersegeralah melakukan perbuatan baik, karena akan terjadi fitnah laksana sepotong malam yang gelap.” (HR. Muslim) Dalam hadits lain, beliau juga menerangkan, “Jadilah engkau di dunia laksana orang asing atau orang yang menyeberangi jalan.” Ibnu umar berkata. “Bila engkau berada di sore hari, maka jangan menunggu datangnya pagi, dan bila engkau di pagi hari, maka janganlah menunggu datangnya sore.” Manfaatkan waktu sehatmu sebelum sakitmu, dan waktu hidupmu sebelum matimu.

Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami.” (Al-Anbiya’ : 90).

Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.” (Al-Mukminun : 61).

Nasihat Imam asy syafi'i; "..dia mengatakan bahwa waktu bagaikan pedang. Jika kamu tidak memotongnya (memanfaatkannya), maka dia akan memotongmu!"

Semoga kita terlepas dari 'tradisi' menunda yang buruk ini, dan kita senantiasa selalu bersegera didalam segala hal, sebelum kebaikan itu berlalu dan tak akan pernah kembali lagi meskipun kita menunggunya sampai saat kiamat nanti..
Read More »

Asuransi di masa perang

Dengan berbagai pemberitaan diberbagai media masa, khususnya kita sebagai masyarakat digital, arus informasi pada kenyataanya arus informasi tak dapat dibendung lagi oleh suatu rezim di suatu negera terentu, semua tersadarkan dan tercerdaskan dengan kebebasan informasi ini, banyak dampak positif dan tidak sedikit dampak negatif.

Khususnya berkaitan dengan asuransi keluarga, seharusnya disadari dengan meningkatnya berbagai konflik diberbagai penjuru dunia, ada kekhawatiran yang patut diperhitungkan kedalam perencanaan di dalam kehidupan 'normal' kita, sehabis era komunis, mungkin kita bisa namai sekarang era rafidoh, dimana dengan percaya diri agama ini ingin menetralkan[baca:menggantung, membunuh, menyembelih] musuh besarnya yang dianggapnya kafir dan halal darahnya, orang-orang ahlus sunnah. [di era modern ini]di mulai dengan suksesnya memporak porandakan afghanistan sedangkan russia saja tak mampu melakukan ini, disusul dengan mencaplok iraq diakhiri dengan digantungnya saddam husain, mungkin atas keberhasilan itu, kepercayaan diri timbul dengan rencana besar khayalan mengambil alih negeri dari kaum muslimin, negeri yang diramalkan nabi Isa akan turun. entahlah...

Selanjutnya, pertanyaan sederhana timbul; "apakah polis asuransi kita yang setiap bulan kita bayar premi asuransi nya, akan melindungi dari resiko semacam ini?". Tentu saja biasanya "kesadaran" kita mengambil alih setelahnya dengan ucapan; "ah.. itu kan di negara orang jaul. itu terjadi kan cuma di TV. kita mah ga mungkin ngalami hal yang macam itu. jangan mikir yang macem-macem.." kalau jawabannya seperti itu anda ga usah baca tulisan selanjutnya dibawah.. :-) kalau tidak silahkan baca lanjut..

Produk asuransi nya.

Asuransi dimasa perang? benarkan ada? jawabannya, tidak :-) tapi untuk jenis asuransi tertentu ini berlaku, dan terjadi[memang ada asuransi yang mengcover resiko perang]. Asuransi jenis ini bukan asuransi biasa seperti asuransi kesehatan, asuransi jiwa dan asuransi lainnya yang sifatnya untuk kepentingan individu/public. melainkan sebut saja, asuransi korporasi, dimana fihak tertanggung adalah perusahaan, dalam hal ini menurut dokument yang tercatat biasanya perusahaan penerbangan,

Asuransi dengan tanggungan resiko peperangan, biasanya menanggung segala resiko yang disebabkan/dikarenakan peperangan, diantaranya; invasi, pemberontakan, pembangkangan terhadap pemerintah yang berkuasa dan pembajakan. ada juga polis yang mengcover/memproteksi atas dampat persenjataan penghancur masal. Seperti yang dituliskan diatas, ini biasa digunakan untuk industri perkapalan[pengiriman muatan] dan pesawat terbang, dan penilaian dari nilai asuransi nya sendiri dihitung berdasarkan dari nilai kapal atau pesawat berserta penumpangnya. dan ada juga perhitungannya asuransinya atas rute yang diambil open pesawat atau kapal hendak menuju.

Adapun polis asuransi atas masa perang untuk individu untuk pesawat terbang dibatalkan setelah kejadian 11 september 2001, dan pemerintah federal Amerika serikat menyediakan asuransi resiko teror[terorisme] untuk melindungi resiko yang mungkin terjadi dialami pesawat terbang komersil.

Di negeri sendiri.

Di Indonesia sendiri, produk asuransi yang berhubungan dengan keadaan peperangan untuk kepentingan individu praktis tidak ada. tetapi bukan tidak ada sama sekali. Jelas, beberapa perusahaan asuransi lokal, diantaranya ada produk asuransi properti, yang memiliki manfaat tambahan perlindunan atas kejadian chaos, semisal; terorisme, kerusuhan. Meskipun banyak juga perusahaan asuransi yang mencari aman :-) Tinjauan realistis. kejadian-kejadian ini biasanya kejadian boleh dikatakan yang minor bukan peperangan yang sesungguhnya yang dipertanggungkan. Kalau terjadi peperangan bisa dipastikan perusahaan asuransi, apalagi perusahaan asuransi multinasional, telah memprediksinya dan segera mengamankan assetnya[termasuk uang kita] ke negeri yang lebih stabil membiakan modalnya. bagaimana dengan kita bilamana peperangan terjadi? kita ya apa yang ada di dompet kita, setelah itu mungkin apa yang ada dikepala kita untuk bertahan[survive], setelah itu yang terakhir apa yang ada di hati kita[pasrah atas segala ketentuanNYA atas diri kita yang lemah ini..].

Sebelumnya juga ada tulisan tentang asuransi terorisme dan tulisan tentang  asuransi, investasi dan survive ....;
investasi terbaik menurut survivalism.
investasi terbaik segala kondisi perekonomian.
semoga bermanfaat dan menjadi pertimbangan, toh alirah sempalan di republik tercinta ini tumbu subur karena dipupuk oleh pupuk terbaik dari luar negeri, dan ini bukan rahasia lagi, kalau Indonesia mulai macem-macem, benih ini tinggal diakftikan sesuai perintah untuk mendestabilisasi negara yang ga nurut titah the big brother :-).
Read More »

The incredibles, sejatinya perusahaan asuransi dan pemegang polis asuransi yang malang.

Sebuah film animasi keluarga.

Peringatan ini bukan movie review :-) sekedar bernostalgia, meski dengan muatan tetep berhubungan dengan blog asuransi keluarga dan film animasi 3d the incredibles merupakan sebuah tontonan santai keluarga dengan latar cerita para super hero dipaksa pensiun, yang menarik terdapat sebuah scene dimana sang incredibles akhirnya bekerja di perusahaan asuransi, dimana dia dengan posisi untuk menolak dan atau meluluskan klaim dari pemegang polis asuransi(tertanggung).

Pixar, Walt Disney Pictures
Tetapi permasalahan yang terjadi sejatinya dia adalah super hero yang senantiasa membantu yang membutuhkannya, dan ini bertentangan dengan kebijakan perusahaan asuransi dimana dia bekerja, dia menjadi incaran boss karena selalu berusaha membantu pemegang polis asuransi untuk mendapatkan klaim yang mereka butuhkan dan ini bertentangan dengan kebijakannya, dikatakan bahwa prioritas utama dari perusahaan asuransi adalah para pemegang saham, bukan para pemegang polis :-) bagaimanapun caranya harus sedapat mungkin setiap klaim yang diajukan para pemegang polis asuransi harus tertolak dengan berbagai alasa, semisal bahwa klaim yang diajukan tidak termasuk dalam proteksi.. atau boleh dicairkan tetapi dengan penalty asuransi /potongan biaya administrasi sampai 70%. :-(

Benarkan..

Tentu tidak akan semua mengambil pendapat ini, 'itu kah cuma film' bisa jadi kita akan mengatakan itu, atau agen asuransi anda mengatakan itu. tetapi secara jujur perusahaan ada bukan untuk menolong kita tetapi perusahaan asuransi ada untuk 'making profit'(=nyari untung) tentu berbeda dengan apa yang dikomunikasikan pada prakteknya kepada kita sebagai prospek atau calon pembeli polis asuransi.

Tentu dengan motif  'pertaruhan yang menguntungkan' dimana perhitungan sudah dipastikan dengan berbagai pengeluaran dan komisi bonus kepada para agen asuransi nya tetap mendapat keuntungan, ingat:premi yang kita setorkan adalah mutlak hak milik perusahaan asuransi kenapun mereka(perusahaan asuransi) inginkan investasi kan untuk mendapatkan keuntungan, ketahuilah bahwa premi yang kita setorkan di tahun pertama total untuk komisi/bonus bagi agen asuransi(asuransi unitlink), baik itu mendapati kepastian dari hasil riset internal perusahaan, misalkan tentang harapan hidup / kualitas taraf hidup suatu komunitas dan data statistik yang telah dipastikan nilai kesalahannya pada prosentasi yang masih ditolelir, misalkan; jumlah rata-rata klaim yang diajukan pemegang polis asuransi tertentu pertahun yang sudah diperkirakan sebelumnya.


Lantas kenapa orang-orang kalau tahu perusahaan asuransi hanya mencari untuk tetap mengambil sebuah misalnya, polis asuransi jiwa. Tentu jawabannya, harapan. Mentalitas penjudi disini berperan, biasanya ucapannya kurang lebih;'gak apa-apakan kalau terjadi sesuatu resiko kita kan dapet untuk, kalau engak ya itu hangus kita anggap aja kehilangan duit' :-( ini kalau yang mikirnya konvensional alias asuransi umum ya, bagaimana dengan asuransi syariah, yang katanya lebih adil, kembali lagi, tergantung fakta yang ada, salah satu contohnya, tentang penutupan polis asuransi sefihak dari tertanggung maka akan adanya semacam penalty atau bahasa asuransi syariah nya biaya administrasi yang sangat besar hampir 70% itu, yang kalau diperhatikan tak jauh berbeda antara kezaliman yang dilakukan perusahaan asuransi konvensional/umum dengan perusahaan asuransi syariah ;-) ya ini soal samanya saja ya, tentu terdapat beberapa perbedaan yang sangat jauh antara asuransi konvensional dengan asuransi syariah.
Read More »

Model asuransi kesehatan di negara Jerman

Ketikan hendak tinggal atau bekerja di negara Jerman, terdapat (1) Asuransi kesehatan yang ditetapkan berdasarkan undang-undang berhubungan dengan asuransi kesehatan dengan dikenal dengan nama Gesetzliche Krankenversicherung(GKV), selanjutnya (2) Asuransi kesehatan private/umum/swasta dikenal dengan nama Private Krankenversicherung(PKV),  kita bisa memilih menggunakan asuransi kesehatan dengan catatan penghasilan diatas nilai tertentu atau jika kita bekerja sendiri/seorang pebisnis. Asuransi kesehatan jenis kedua ini, Asuransi kesehatan private terdapat dua jenis, persis seperti di Negeri kita Indonesia, ada yang dari Jerman sendiri dan ada juga perusahaan asuransi internasional, tetapi yang wajib menjadi perhatian, bahwa dikatakan tidak semua perusahaan asuransi internasional mempunyai kebijakan berdasarkan aturan yang telah digariskan oleh hukum negara Jerman sendiri. Dan jika tetap keukeuh ingin menggunakan polis asuransi kesehatan dari perusahaan Asuransi internasional maka kewajiban kita untuk membuktikan bahwa telah memenuhi persyaratan minimal dari yang peraturan yang telah menjadi standar perusahaan asuransi kesehatan wajib, dimana didalamnya termasuk dalam perawatan penyakit kronis dan perawatan lansia.

Kedua jenis asuransi kesehatan ini merupakan pilihan dimana jika kita tidak mampu makan silahkan pilih asuransi kesehatan wajib, dan jika mampu mana ada kebebasan untuk memilik asuransi kesehatan private/umum. tak seperti di negeri kita, dipastikan beberapa tahun yang akan datang kita tak akan bisa memiliki sim atau ktp dan berkas-berkas lain yang menjadi hak warga negara jika kita tak ikut asuransi BPJS :-( baca juga dilink terkait dibawah;



Model asuransi kesehatan di negara Jerman
Germany
Adalah juga sangat bermanfaat untuk mengetahui bahwa tidak seperti asuransi kesehatan wajib, asuransi kesehatan di sana(Jerman), asuransi kesehatan private berdasarkan pada profile resiko kita, dengan kata lain berdasarkan usia dan keadaan kondisi kesehatan. Dan biaya penggantian dihitung berdasarkan biaya rata-rata pengeluaran medis dari setiap kelompok wilayah yang ada di Jerman sana, bahkan berpengaruh juga bilamana kita adalah perempuan atau lansia bisa jadi kita harus mengeluarkan lebih daripada dibandingkan anak muda misalnya ;-)

Tentu ketelitian kita dituntut pada tahap ini, dimana banyak konsultan asuransi di Jerman yang merekomendasikan berbagai macan produk asuransi dari perusahaan asuransi kesehatan di Jerman sana, tetapi pastikan bahwa perusahaan asuransi kesehatan yang ditawarkan kepada kita polis asuransi kesehatan nya, bahwa telah memenuhi standar secara hukun yang berlaku di negara ini. Sebab tentu ini merupakan bisnis yang sangat menjanjikan bagi fihak-fihak tertentu memberikan jasa konsultan asuransi kepada para profesional dan pendatang yang mana mereka akan mendapatkan keuntungan dengan mereferensikan ke broker/agen asuransi kesehatan yang telah sebelumnya melakukan kerjasama, dan tentu situasi ini menjadi bias karena kita diarahkan mungkin bukan atas kebaikan produk asuransi kesehatan yang kita harapkan.

Yang lebih aman mungkin kembali lagi kita membutuhkan freferensi dari orang-orang yang kita kenal baik itu rekan kerja atau sanak saudara, yang sudah terlebih dahulu menggukana jasa konsultan asuransi, meskipun tanpa bantuan mereka kita bisa saja melakukan riset dari beberapa media yang ada mencari infromasi memastikan, di sisi lain tentang persyaratan dan aturan yang ada disetiap produk asuransi dan perusahaan mungkin akan sangat membuang waktu bilamana kita harus melakukan riset sampai menentukan mana yang paling pas dengan kebutuhan asuransi kita. Kemungkinan terburuknya dimana kita salah memilih produk asuransi tanpa memahami aturan dan persyaratan yang ada bisa jadi kita mendapati diri dengan tagihan yang menakutkan bagaikan kena jebakan :-) jadi mungkin tak ada salahnya menggunakan jasa semacam ini.

Sebetulnya kita bisa saja langsung  untuk mendapatkan perawatan darurat menuju rumah sakit yang telah mengadakan perjanjian dengan perusahaan asuransi dimana kita memiliki polis, dan rumah sakit akan menghubungi perusahan asuransi kita untuk menyatakan biaya dari perawatan yang ditanggung, yang menjadi repot dimana penyedia layanan asuransi tidak mencukupi biaya yang ditagihkan fihak rumah sakit atas perawatan kita. mana kita tetap harus membayar biaya lebih dari yang ditanggung, dan ini tak akan mendapati reimbursement aka penggantian biaya.

baca juga tentang tentang-reimbursement-dan-cashless
Read More »

Antara rokok vs asuransi jiwa

Penghantar.

Seru, mungkin itu kata yang pas, beberapa blog yang ngebahas bahayanya asap rokok, di bagian comment nya biasanya sedikit memanas, banyak yang ngotot rokok halal karena kata kiayi yang merokok juga memfatwakan kalau rokok itu halal, ada juga yang berterimakasih dengan tulisan yang menyadarkannya dan berharap dapat menghilangkan  kebiasaan merokok, ada juga web LSM yang menyuarakan anti rokok tapi tentu ini ga nyambung sebab LSM level nasional yang menyuarakan hak non perokok hanya bergerak di tataran atas saja, misal hanya menggunakan artis dan tokok untuk memberikan 'pencerahan' bukan bergerak menggandeng misal, para ulama atau tokok untuk memberikan penyadaran.

Mungkin karena LSM sama tokoh Islam memang berseberangan ya, buktinya berbagai ketidakadilan yang dialami ummat Islam LSM yang katanya level nasional pada bungkam, ya tidak ada maksud mengungkit-ungkit sih, cuma mencoba mencatat saja, dan menerangkan dan mengingatkan kepada sodara seiman, siapa kawan siapa lawan, jadi bilamana terjadi konflik sosial yang memanasi seperti diwilayah timur tengah, kita sudah pada tahu sebab kita sudah 'menandai'nya ;-) tapi seperti kata pepatah; 'The enemy of my enemy is my friend', untuk sementara anggap saja kita berjuang di issue yang sama yakni 'asap rokok', semoga saja memang ikhlas karena ingin melakukan penyadaran bukan sekedar karena ada 'pendanaan dari luar' apapun orderan isue yang harus diangkat pasti dilakukan, been there done that.

Antara rokok vs asuransi jiwa


fakta tentang rokok.


  • Para perokok tidak hidup sepanjang orang-orang yang tidak merokok.
  • Beberapa perusahaan memecat pekerja yang merokok dikarenakan biaya kesehatan, berkurangnya produktifitas dari masalah kesehatan dan konflik sosial.
  • Biaya membeli rokok cukup murah tetapi tetap menghabiskan uang para perokok karena merokok telah menjadi rutinitas.
  • Rokok dijual bebas, tanpa batas, tanpa aturan, di semua tempat, dan bagi siapa saja.
  • Pajak rokok di Indonesia termasuk yang paling rendah di muka bumi ini, hanya 30% dari harga eceran (di negara lain bisa 60%).

Rokok di media.

Terlepas apakah itu media cetak atau media visual cukup membahagiakan, tentu ini dari sudut pandang fihak yang terzalim di mana tak mampu menghindar dari asap rokok kecuali ikut menghisapnya dengan berbagai konsequensi bahaya yang nyata, baik itu posisi anak-anak atau ibu hamil atau orang-orang yang merasa terganggu kesehatan pernafasannya karena asap rokok dari orang yang mengisapnya ditempat yang sama. Membahagiakan dalam arti, sudah menjadi sebuat keepakatan/aturan salah satunya benar-benar membatasi ruang gerak iklan rokok di televisi, dan media cetak, ada juga peringatan bahaya rokok di kemasan/bungkus rokok, meskipun ragu juga efentifitas gambar korban bahaya merokok yang ditampilkan mempengaruhi fikiran dan perasaan para 'perokok sejati'. coba deh search gambar di google dengan kata kunci 'cigarette warning images', duh.. gambar2 cukup menjijikan dan menakutkan, tapi toh katanya itu orang, mbok ya jangan doakan saya gitu dong.. katanya.

Entahlah, cuma sedikit saja fenomena yang kita tau yang memang muncul kepermukaan dan memang diumpankan untuk kita ketahui, katanya banyak juga tentang ini(rokok) yang tak kita ketahui, misalnya bagaimana kabarnya tentang perundang-undangan yang digodok para wakil rakyat dan para lobbies di kantor yang dibiayai oleh rakyat, apakah produk undang-undangnya memang pro pada kesehatan rakyatnya? atau pro pada 'pendapatan negara', dan keputusan lain dengan pandangan yang lebih jauh kedepan, maksudnya kedepan apa ke dana pensiun mereka? entahlah :-)

Rokok di Asuransi Jiwa.

Di media rokok mendapatkan posisi terbatas dan lebih lagi status perokok dalam sistem asuransi, khususnya di asuransi jiwa dan umumnya di produk asuransi lain. Dikatakan, beruntunglah anda pabila tidak merokok jika hendak atau memiliki polis asuransi jiwa, dari sekian banyak keuntungan dalam asuransi jiwa karena tidak merokok, sedikit diantaranya;

  1. Kita mendapati kewajiban premi yang lebih murah dibanding dengan keadaan bahwa kita adalah seorang perokok aktif. Sampai-sampai pada perusahaan asuransi jiwa tertentu kita bisa menghemat 2-3kali lipat dari jumlah uang petanggungan yang harus dibayarkan, dan jangan lupa dikalikan berapa tahun lamanya masa pertanggungan, biasanya asuransi jiwa masa pertanggungannya jangka panjang > 20 tahun.
  2. Setelah mendapati keuntungan diatas, hitung pula keuntungan akibat berhenti merokok. kira-kira berapa rupiah yang didapat setelah dikali perhari perbulan dan pertahun. Anda bisa melakukan hal yang lebih bermanfaat, misalnya; menambah keuntungan dengan melakukan 'top up' dari nilai bagi hasil kelak dari produk investasi dari asuransi unitlink.

Rokok dan asuransi nasional.

Bahkan pada tahun 2014 terdahulu Menurut Deputi 3 Kemenko Kesra Emil Agustiono, harus ada asuransi tersendiri yang mengelola premi kesehatan para perokok, “Semestinya penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh hobi, seperti merokok tak sewajarnya tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” paparnya. Menarik sekali pernyataan ini, apa kabarnya tindak lanjutnya sekarang sudah terealisasikan?... okeh ada kata pepatah lagi yang pas nih.. too good to be true. ya setidaknya kita mengharapkan yang terbaik bagi rakyat bangsa ini didalam doa, amin.
Read More »

Mempelajari pengalaman hidup seseorang berarti menghemat waktu tanpa harus mengalaminya sendiri

Seperti itulah kurang lebih ungkapan dari sebuah kata pepatah, bahkan ada kata-kata yang lebih tegas atau lebih kasar lagi; "Orang yang bodoh adalah pengalaman/kesialan hidupnya diambil hikmahnya oleh orang lain dan orang yang pintar adalah orang yang menimba hikmah dari pengalaman/kesialan hidup seseorang", kurang lebih seperti itulah ungkapan yang mungkin pas untuk cerita dibawah ini.

Dengan berbagai media informasi yang ada sekarang ini adalah hal yang sangat tidak mungkin untuk kita ditengah masyarakat untuk tidak mengetahui suatu kisah atau berita atau gossip. terutama kisah-kisah para tokoh dan karakter yang dominan menjadi buah bibir diberbagai media pemberitaan.


Kisah yang membuat diri berfikir

Mempelajari pengalaman hidup seseorang berati menghemat waktu tanpa harus mengalaminya sendiriTerdapat kisah menarik dimana peristiwa itu benar-benar membuat kita sebagai manusia biasa berfikir tentang hidup dan apa yang akan terjadi selanjutnya. Misalkan kisah yang menceritakan seorang tokoh masyarakat yang meninggal secara mendadak akibat kecelakaan lalulintas dalam sebuah perjalanan liburannya, dan ternyata pada cerita selanjutnya dikabarkan meninggalkan keluarga dalam kepayahan yang nyata, tanpa warisan yang dapat dijadikan modal untuk usaha/bisnis sebagai pemasukan keluarga, dan tentu dengan tiba-tiba keluarga yang ditinggalkan dihadapkan pada kenyataan pahit untuk menyesuaikan pola hidup yang ada dengan keadaan yang mendadak harus berubah menyesuaikan diri dengan kondisi keuangan pasca kehilangan sang penanggung pencari nafkah keluarga, mulai dari menyesuaikan pengeluaran pendidikan anak, pola hidup sang ratu dalam keluarga yang harus mulai menghasilkan secara finansial demi bertahan hidup.

Tetapi terdapat pula kisah lain yang bertolak belakang, dimana kisah yang diberitakan mungkin tak kalah memilukan tetapi diakhir kisah cerita ini malah kita yang menyaksikannya malah berdecak kagum karena merasa banga atas ikhtiar yang dilakukan seorang suami sebagai kepala keluarga demi keluarga tercintanya dan bahkan kita merasa didalam hati kecil kita, '..kufikir ini contoh idealku'. Kurang lebih awal ceritanya sama, seorang tokoh masyarakat yang diberitakan meninggal dunia karena kecelakaan, hal yang menarik selanjutnya diceritakan pula baru diketahui bahwa ternyata sang kepala keluarga itu sudah mempersiapkan segalanya atas kemungkian terburuk yang menimpa kepada dirinya dari mulai bisnis invetasi dan polis asuransi jiwa dirinya, asuransi pendidikan anaknya, peternakan dan pertaniannya, nyatalah dia tak rela meninggalkan keluarga yang ditinggalnya dalam keadaan kepayahan..

rujukan

persisi seperti kutipan Kita Suci kita;


وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا


Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (QS. An-Nisaa`: 09)

dan bersambung dengan kutipan hadist  dalam kitab Shahihain(merupakan Istilah Islam yang digunakan untuk menyebut kedua kitab Shahih milik Imam Bukhari dan Imam Muslim);


إنَّكَ إنْ تَذَرْ وَرَثَتَكَ أغنِيَاءَ خيرٌ مِنْ أنْ تَذَرَهُمْ عَالَةً يتكفَّفُونَ النَّاسَ

"Sesungguhnya kamu bila meninggalkan ahli warismu dalam keadaan berkecukupan adalah lebih baik daripada kamu membiarkan mereka dalam keadaan miskin meminta-minta kepada orang lain."

bahkan ayat dan hadist ini(dan beberapa lainnya) merupakan rujukan pokok (katanya) atas alasan bahwa kenapa 'kita' 'harus' memilik polis asuransi syariah, tentu agar supaya akhiwaris yang kelak ditinggal tidak dalam keadaan berkekurangan.
Ya, mungkin lain lagi soalnya jikan Anda lebih memilih asuransi non syariah dengan rujukan pokok asuransi umum/asuransi konfensional dimana pasti referensinya adalah bunga(riba) yang menjanjikan kelak sekian puluh tahun kedepan, saya tebalkan semoga yang membaca lebih realistis akan duitnya masing-masing :-)

kesimpulannya tentu bukan berarti anda harus memiliki polis asuransi syariah, meskipun mungkin itu tak ada salahnya juga, tapi mungkin akan menjadi salah tatkala anda memiki pengetahuan yang lebih untuk menghasilkan uang daripada disimpan pada suatu produk asuransi bahkan itu adalah produk asuransi syariah sekalipun.
Read More »

Aku adalah nasabah asuransi yang ignorant, akhirnya kehilangan 70% dari total premi asuransi pendidikan anakku yang disetor :-(

Ini adalah dunia yang sebenarnya, banyak tuntutan untuk pemuasan kebutuhan hidup, atau lebih jujurnya keinginan dikehidupan, jikalau keinginan itu tidak akan maka akan diadakan, dibangkitkan, ditimbulkan, yang pada akhirnya kita mengeluarkan jerih payah kita untuk mencapainya(termasuk didalamnya membayar premi asuransi atas resiko kekhawatiran dikemudian hari), kadang hati nurani pun sedikit(atau banyak) dikesampingkan. kita akhirnya terjebak dalam lingkaran sistem yang tanpa akhir demi memuasakan apa yang dipuja, dan kadang lupa akan memaknai arti sesunggunya didalam kehidupan, meski kadang adapula sesaat kilasan kesadaran, kejenuhan bahkan katanya ini merupakan sebuah pertolongan awal bagi kita insan manusia dari Sang Maha Kasih Sayang, dimana hati sudah meragukan apa yang tengah ditekuni selama (mungkin sampai) berpuluh tahun lamanya.. dan selanjutnya, kita berujar dengan semangat berkobar, 'thats it! I will change..', atau terjemahan ngasalnya 'sudah cukup! aku akan berubah', kemudian singkat cerita setelah mengambil keputusan yang berani itu jalur hidup seketika berubah pula, berganti arah dari satu ketentuanNYA ke ketentuanNYA yang lain.

cerita orang pribumi biasa.

seorang pribumi yang kejebak penalti asuransi pendidikan
Seorang tenaga honorer dengan pendapatan jauh kurang dari 1 juta rupiah, terbersit setitik harapan untuk menyisihkan pendapatan demi masa depan anak tercinta, akhirnya mencoba memberanikan diri untuk memiliki polis asuransi pendidikan. akupun tidak terlalu berfikir tetang mengapa memilih asuransi ini, sebab menurut temanku perusahaan asuransi ini adalah perusahaan asuransi terbaik di Indonesia dan katanya di dunia. kemudian aku tergiur dengan ilustrasi asuransi(atau sebaiknya aku sebut saja sekarang 'ilusi' ya..) ditambah dengan ramahnya agen asuransi yang melakukan presentasi, bahkan mungkin sebelumnya diperparah oleh temanku 'menghasut' untuk terjerumus kedalam sistem asuransi ini yang tidak secara baik aku memahaminya, tanpa berfikir panjang diakhiri dengan keputusan, aku butuh asuransi pendidikan ini untuk anakku.

Yang ku ingat dari presentasinya dikatakan dengan hanya menyetor uang premi 'sekian', dalam jangka waktu sekian(puluh) tahun bisa dipastikan mungkin aku akan mendapatkan setelah ditambah bunga(baca: riba) sekian ratus juta rupiah. ya, sudahlah pusing juga dengan angka-angka yang disodorkan, ku fikir. Di mana aku harus tanda tangan, selanjutnya singkat cerita secara rutin aku rajin melakukan setoran kewajiban sebagai teranggung, pembayaran premi ku tidak pernah telat, soalnya temanku yang lain juga pernah telat, entah bener atau tidak, katanya uang nya hangus :-( dengan mengetahui kasus seperti itu bukannya aku malah mengevaluasi diri malah berujar didalam diri untuk lebih rajin lagi menyelesaikan kewajiban. pada saat itu, tidak ada terfikir kalau sebenarnya aku benar-benar disuruh kerja untuk memberikan uang untuk sesorang yang tidak dikenal hanya sekedar atas kekhawatiran yang sebetulnya belum tentu terjadi.

Kejadian yang tak terfikirkan.

Akhirnya, apa yang terfikirkan tidak terjadi benar adanya dan apa yang terjadi justru tidak terfikirkan dan/atau mungkin lebih sederhana sebenernya. pada saat setoran premi asuransi berjumlah sekitar 10(sepuluh) juta-an untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak dengan kebutuhan yang amat sangat mendesak aku harus mengumpulkan uang untuk kebutuhan yang amat sangat mendesak ini sampai-sampai harus pula menutup asuransi pendidikan anakku. bahkan agen asuransi yang ramah pun tak dapat menolong mengurangi besarnya potongan 'biaya administrasi' atau sebagian perusahaan asuransi menyebutnya penalty/hukuman karena biasanya atas pembatalan perjanjian asuransi oleh fihak tertanggung sebelum masa asuransi yang diperjanjikan berakhir.

Ya, secara resmi aku merelakan 70% dari total premi yang aku setor selama ini 'hangus' entah kemana. baru ku sadar aku terkena jebakan maut persis ketika aku menandatangani perjanjian asuransi pendidikan demi anakku semata wayang.

Semoga sedikit curhatan ini memberi manfaat/menginsirasi para sesama orang tua yang akan melakukan apapun demi sang buah hatinya, agar berfikir dengan sangat matang sebelum sesal dikemudian, apa salahnya menabung, mengapa serakah dengan bunga-berbunga yang belum tentu didapatkan dan kalau pun didapatkan bisa dipastikan tidak berkah karena AllohSWT dan RasulSAW tak meridhoinya, takutlah uang haram mengalir didalam tetes darah anak tercinta kita, nauzubillahiminzalik. Seperti kata pepatah; "Sing asak asak nya ngejo bisi tutung tamaga na".
Read More »

Jenis asuransi terbaik menurut para survivalism

Hello, saya coba nulis lagi tentang survivalis/prepper setelah sebelumnya publish tulisan tentang haramnya mempromosikan produk riba.
Survivalism adalah kata formalnya yang terdapat di wikipedia, sebaliknya preppers adalah kata populer. Adakah hubungannya asuransi keluarga dengan konsep survivalism atau prepper? jawabannya, pasti. karena survivalism(selanjutnya akan disebut preppers pada tulisan ini), dimana didalam prepper sendiri adalah sebuah konsep penjaminan meliputi element pelengkap asuransi lainnya seperti tertanggung, penanggung, potensi resiko dimana menjaminkan segala resiko yang mungkin timbul dikemudian hari dengan harapan dengan adanya/terjadinya resiko yang dipertanggungkan 'kehidupan' akan tetap berjalan sebagaimana adanya dan tidak menimbulkan dampak kerugian yang menyusahkan.

jenis asuransi terbaik menurut para survivalism
EDC gear
Nah.. sampai sedekat ini sama kan? antara asuransi dan preppers :-) ok, jikalau belumlah sefaham juga, silahkan tuan lanjutkan.. Selanjutnya penanggung, didalam prepper sendiri penanggung atas resiko yang tertanggung mungkin alami dikemudian hari adalah orang yang sama, dimana dalam prosesnya sang prepper menginvestasikan waktu dan modal yang ada untuk mempersiapkan diri berupa apapun yang terfikirkan yang dapat dipersiapkan, termasuk dari sikap mental, pemikiran dan pengetahuan, supply stok persediaan makanan tempat tinggal, teknologi yang dibutuhkan untuk menunjang kehidupan secara mandiri untuk jangka waktu tertentu.

Banyak sekali sub/cabang/dahan/ranting pengetahuan dari akar prepper yang harus dikuasai hubungannya dengan asuransi di masa(amat sangat)sulit ini, tetapi itu tentu tidak melarang seorang survivalis pemula untuk menapaki jalan dengan sebuah sistem asuransi yang menjadikan jamin atas segala kondisi apapun yang menimpa dikehidupan kita umat manusia tanpa khawatir dikhianati oleh fihak tertanggung. yang jelas dikatakan hasilnya pasti 'worthed'. 

Sampai paragraph diatas semoga ada kesepakatan pemahaman(kalau belum sepakat berarti belum faham :-P ) tentang asuransi terbaik ini, kenapa? sebab terbaik dalam arti kemandirian(self sufficiency) yang diharapkan secara sosial banyak indivyidu terinspirasi dan menjadikanna sebagai teladan untuk meniru dan mencontohnya atas konsep baru menjawab tantangan situasi dimana kecenderungan tatanan sistem rezim akan runtuh dan pada waktu itu kita tidak bisa lagi mengandalkan pemerintah atau lebih-lebih swasta untuk menjamin kita dimasa-masa yang sangat sulit itu.

Akar permasalah.

Percaya atau tidak pengetahuan ini adalah pengetahuan yang paling berharga(untuk sekarang dan masa akan dijelang) tidak ada yang lain(yang lebih berharga) kecuali yang berpokok dari ini, percayalah kita berada pada saat yang sulit, dimana negara persia sudah mendapat restu dari sang adhidaya untuk membuka peperangan dimana-mana khususnya dibelahan timur tengah, ya ini mungkin karena raport dengan ranking yang bagus, keberhasilannya di afghanistan yang mana russia pada waktu itu tak mampu membereskannya dan di irak dengan keberhasilannya menggantung saddam husain.

Pengetahuan ini bersumber dari pengetahuan sebelumnya dimana sejarah selalu berulang; difahami sistem selalu berputar silih berganti, aliran-aliran keagamaan yang didanai oleh asing mulai marak demi menanamkan benih konflik horizontal beberapa waktu yang akan datang demi menghemat pengeluaran jika harus menginvasi mengerahkan ratuan ribu personil ke negara yang hendak dijarah, rezim yang satu digantikan rengan rezim selanjutnya disesuaikan dengan citarasa dari negara adidaya, perang dan membantaian tak bisa terelakan lagi, kehancuran ekonomi benar-benar terjadi, baik itu dampak atau bisa jadi merupakan salah satu saja dari alat untuk melakukan peperangan demi penaklukan dan penguasaan sumber daya alam yang kian terbatas, pada situasi semacam ini pasti bahkan demi sekedar memenuhi kebutuhan pokok saya akan terasa amat sangat super sulit dan mega kepayahannya kita,

nah.. pada kondisi semacam ini, apakah anda yakin claim asuransi maksudnya semua macam jenis-jenis asuransi yang kita dengan getol membayarnya setiap tahun atau setiap bulan, dapat cair dengan mudahnya? tentu harapan dihati sungguh ingin keadaan menjadi baik, tetapi pada situasi ini yakinlah kita sudah ditinggal 'sendiri', lantas apakah jika uang ada ditangan apakah anda yakin dapat membelanjakannya sedangkan pasti pada situasi ini toko-toko sudah dijarah habis :-( yang tersisa adalah;
  1. Akal(pengetahuan) kita untuk mencari solusi dan
  2. Mental(psikologi) kita yang sudah terlatih menghadapi situasi semacam ini.
  3. Persediaan/stocks;yang ketiga ini tergantung dari kedua point diatas

Solusi alternatif(solusi utama pada waktunya).

Asuransi adalah jalan keluarnya, tetapi tentu asuransi disini bukan berarti dengan bermodalkan mental ignorant kita ga mau tahu, ga peduli halal atau haram, ga mau rugi maunya untuk ga peduli uang/hartanya berkah atau malah kelak jadi musibah, bayar premi tiap bulan, pas hendak berhenti ditengah jalan mau melakukan penutupan akhrinya uang yang disetor dipotong 70% lebih untuk biaya administrasi, atau lebih keren lagi hangus semuanya. akhirnya nyata sudah kekhawatiran kita berujung keuntungan di fihak lain dan kerugian di diri kita sendiri.

Asuransi alternatif

Asuransi jiwa, asuransi ini memberikan keuntungan kepada ahli waris asuransi apabila resiko yang dipertanggungkan(dalam hal asuransi ini adalah kematian) terjadi. hmm.. orang mati untung, pada posisi ini harusnya jiwa yang sadar alias tidak ignorant mulai mengendus bau-bau judi/mengundi :-)


يَسْئَلُوْنَكَ عَنِ اْلخَمْرِ وَ اْلمَيْسِرِ، قُلْ فِيْهِمَا اِثْمٌ كَبِيْرٌ وَّ مَنَافِعُ لِلنَّاسِ، وَ اِثْمُهُمَآ اَكْبَرُ مِنْ نَّفْعِهِمَا، وَ يَسْأَلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ، قُلِ اْلعَفْوَ، كَذلِكَ يُبَيّنُ اللهُ لَكُمُ اْلايتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُوْنَ. البقرة:219
Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: "Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,

kecuali lain halnya jika dikehidupan anda bahwa berjudi bukan sesuatu yang haram :-( ya disisi baiknya misalkan sang ayah sebagai tulangpunggung keluarga mencari nafkah meniggal dunia dan pada waktunya ahli waris mendapat 'keuntungan' yang dapat dijadikan modal dalam melanjutkan hidup tanpa terjadi 'kepincangan' karena sang pencari nafkah sudah tiada. Tidak ada yang salah dengan asuransi jiwa ini(dari sudut pandang non-muslim) tetapi tentu saja ini memiliki prasyarat dimana kondisi2 tertentu misalkan salah satunya; keadaan negara stabil :-) coba saja apa yang kita bisa lakukan untuk mengclaim jika situasi negara kita sedang terlanda konflik persis seperti di negara suriah atau yaman yang terjadi hari ini?..

Asuransi alternatifnya bagi asuransi jiwa dari sudut pandang prepper adalah edukasi/pendidikan/pengetahuan/wawasan, siapapun yang hendak kita tinggalkan seyogyanya mereka disiapkan untuk kejadian itu(bersiap atas potensi resiko), misalkan istri dibekali pengetahuan untuk hidup mandiri menggantingkan kepala keluarga yang sudah tiada, dan anak-anak pun dipersiapkan pula untuk menghadapi situasi ini, coba bayangkan apa yang terkaji jika kita mewariskan sejumlah uang/harta yang tidak sedikit kepada anak tercinta tanpa dibekali pengetahuan untuk mengelolanya, bisa jadi kita mati malah anak kita diperas orang, atau anak kita berfoya-foya :-( maka kembali lagi persiapkan segalanya kecuali uang, lantas baru setelah menyempurnakan pengetahuan dan sikap mentalnya menghadapi resiko yang terjadi kelak terakhir, ya itu juga kalau masih ada waktu, baru ke urusan uang, dan ini tidak mutlak. pada saat ini saya jadi teringat pada sebuah iklan tentang asuransi jiwa atau asuransi pendidikan ya.. jelasnya kurang jelas :-) dimana diiklan televisi ini ada sebuah cerita seorang ayah yang berbicara di tv kepada anaknya yang tengah bermain guitar dan ternyata ayahnya telah meninggal dan menyatakan bahagia sudah meninggalkan warisan dari asuransi untuk modal anaknya mengejar cita-cita, its so touching story meski saya kurang setuju kalau seandainya saya mati kerja mati-matian untuk modal anak, eh sianak cuma jadi pengamen saja :-P maunya kan misalnya mengejar cita-cita menjadi dokter atau apa.. gitu.

Oh..ya, saya juga pernah publish tulisan curhat iklan asuransi diTV nasional kita yang menceritakan kalau sang kepala rumah tangga yang goblok dan tak dapat diandalkan sekalipun lebih baik karena dia mempercayakan masalah masa depan keluarganya ke orang lain(dalam hal ini perusahaan asuransi).

Asuransi kesehatan,(cara mendapatkan asuransi kesehatan) untuk asuransi ini ada baiknya pertama kita berbicara tentang konsep kampanye/campaign concept/campaign theme yang ditawarkan kepada kita atau bahasa sederhananya bagaimana cara perusahaan asuransi kesehatan menakut-nakuti kita soal kesehatan :-) diantaranya;
  1. Biaya kesehatan yang semakin tinggi.
  2. Kehidupan/lingkungan  yang jauh lebih memusuhi/rawan(hostile) kepada kesehatan tumbuh manusia, timbul penyakit-penyakit baru dan kemampuan virus yang semakin kebal(immune) akan faksin(bukan faksin palsu ya..).
asuransi alternatif nya bagi asuransi kesehatan adalah 'pengetahuan', seperti yang disampaikan diawal, jangan jadi ignorant, jadilah inisiator/initiator, bertindaklah untuk memastikan segala sesuatunya, make it right. jangan serahkan sesuatu yang penting kepada orang lain asuransi terbaik dalam konsep prepper sendiri berhubungan definisi dengan asuransi kesehatan ini sungguh sangatlah simple; dimana dikatakah bahwa makan kita sekarang kebanyakan makanan diproses/cepat saji tidak organik dll, jawaban untuk ini tentu sederhana, 'kembalilah ke alam'. kalau kita meragukan kehalalan dan kesehatan yang ada, misalkan kita sudah tdk percaya lagi pada sistem labelisasi halal atau meragukan produsen, maka buatlah makanan kita sendiri, tanam sendiri, ternak sendiri, buatlah close loop echosystem dihalaman rumah lakukan 'selfsufficieny' orang di luar negeri sana sudah banyak yang melangkan ke pemikiran ini kenapa kita mengandalkan sistem yang berada pada kendali orang lain?, cobalah memberikan nilai penting akan hidup sehat dan makanan sehat. pelajari juga cara pengobatan alternatif, tanaman herbal dan lainnya. jikalau kita sudah melalui prose ini tentu kan hilang sudah kekhawatiran dan was-was yang ditimbulkan bisikan, hasutan dan bujuk rayu para agen asuransi kesehatan :-) dan kita sudah berada pada asuransi terbaik atas kesehatan kita dan keluarga bahkan lebih keren lagi lingkungan sekitar kita terinspirasi lantas mengikuti langkah kita, amin.

(bersambung..)


Read More »