..negeriku, antara nasionalisasi dan privatisasi

Tulisan ini hanya sekedar curhat, mungin tak nyambung juga dengan tema asuransi, tapi mari kita coba paksakan saja :-) toh apapun asuransinya tak terlepas dari keadaan suatu negara beserta kondisi ekonomi politik yang ada didalamnya bukan? beberapa detik yang lalu, setelah jalan-jalan mencari ide yang segar untuk dituliskan di blog asuransi keluarga ini ternyata..

Di website-website nasional tentang bisnis rata-rata / hampir semua warta yang ada berisikan tentang bagaimana asset negara dijual ke bangsa asing/aseng atau bagaimana keberhasilan dan berbagai ikhtiar rezim penguasa negeri untuk mendatangkan investor untuk ambil untung dinegeri ini, bahkan sampe dipuja-puji jika bangsa lain 'mempercayakan dananya diparkir dinegara ini' :-(

..negeriku, antara nasionalisasi dan privatisasi
Sedih rasanya ati ini, tapi mungkin cuma aku aja yang perasa ya.. kenapa coba rezim yang berkuasa mempunyai kebijakan yang 'pro rakyat' gituh jauh lah kalo mikir 'pro ummat' mah. ya hikmah yang 'instant' yang dapat kita petik ialah;'jangan salah pilih pemimpin'. Dimana haga diri kita ketika orang yang ngemis-ngemis malah dipuji, padahal pujuan nya hanya sandiwara belaka. orang bicara jujur, katanya;'ente ga bermain elegan, bro, hati-hati'.

Apakah idealisme dan nasionalisme sudahkah basi sekarang ini? kita mendefinisikan 'kenyataan' dengan cara berbeda kan? kebutuhan untuk hidup 'enak', punya kendaraan bagus, tabungan dan deposito, saham dan jaminan hari tua adalah 'nyata' dan sebaliknya kebanggan, kehormatan, harga diri mungkin sudah berganti menjadi sesuatu yang tak nyata dan tak perlu nyata? nah, jawabnya pake hati nih, soalnya takut ngeles klo pake otak mah :-D

Nasionalisasi dan Privatisasi

definisi.
Nasionalisasi adalah proses di mana negara mengambil alih kepemilikan suatu perusahaan milik swasta atau asing. Apabila suatu perusahaan dinasionalisasi, negara yang bertindak sebagai pembuat keputusan. Selain itu para pegawainya menjadi pegawai negeri. Lawan dari nasionalisasi adalah privatisasi.[wikipedia]
Privatisasi sering diasosiasikan dengan perusahaan berorientasi jasa atau industri, seperti pertambangan, manufaktur atau energi, meski dapat pula diterapkan pada aset apa saja, seperti tanah, jalan, atau bahkan air.Secara teori, privatisasi membantu terbentuknya pasar bebas, mengembangnya kompetisi kapitalis, yang oleh para pendukungnya dianggap akan memberikan harga yang lebih kompetitif kepada publik. 
Sebaliknya, para sosialis menganggap privatisasi sebagai hal yang negatif, karena memberikan layanan penting untuk publik kepada sektor privat akan menghilangkan kontrol publik dan mengakibatkan kualitas layanan yang buruk, akibat penghematan-penghematan yang dilakukan oleh perusahaan dalam mendapatkan profit.[wikipedia]
tentu definisi-definisi diatas merupakan bahasa formal akademis, mungkin jika menggunakan bahasa sederhana orang biasa-biasa yang punya keyakinan kapitalis dan sosialis bukan 'kita'[idealnya kita ada diatara itu] mah yang menyambung fenomena atas trend kekinian bahwa setiap pergantian rezim selalu ada saja 'ritual wadal' privatisasi perusahaan berlabel 'hajat hidup' rakyat Indonesia, kurang lebih seperti ini;

Nasionalisasi, adalah suatu kata yang mulai jarang[atau mungkin sudah hilang?] digunakan didalam kehidupan berbangsa dan bernegara terutama didalam ekonomi khususnya ekonomi makro. Nasionalisasi sekarang hanya ada pada tatarah khayal belaka, sebab sudah tidak realistis lagi untuk dibawa ke alam nyata karena adanya ancaman konsekuensi destablilitas negeri jika sang rezim boneka tak ikut order untuk privatisasi dalam segala hal.

Seperti kata pepatah; "..cinta dunia takut mati." oh, ups.. bukan pepatah ya itumah kalao tak salah dari hadits kan? :-D bayangkan berbagai industri hajat hidup rakyat dimiliki rakyat, berbagai produk dan layanan menjadi murah, selanjutnya pendapatan yang dimiliki rakyat bersisa untuk reinvestasi diberbagai peluang untuk lebih sejahtera lagi dan memberikan kebaikan bukan saja ke pada rakyat di suatu negeri tetapi mungkin kepada ummat manusia segara global.... tapi sayangnya itu hanya sebatas mimpi :-(

Privatisasi, adalah suatu ritual persembahan yang menjadi trend disetiap pergantian rezim yang berkuasa di negara ketiga, sebagai bukti ketundukan kepada penguasa diatasnya dan sebagai asuransi, mungkin boleh dikatakan premi asuransi berkuasa atau asuransi dana pensiun(tentu bukan jenis asuransi dana pensiun syariah) sang rezim[dkk] penguasa?..wkwkwk. Entah bagaimana ini semua berakhir, bagaikan proses yang tanpa akhir, semua tanpa terkecuali dijual ke fihak asing, dengan alasan untuk merevitalisasi, menyegarkan, memaksimalkan kinerja atau apapun alasannya.. sebetulnya gampang untuk lihat kebusukan hati seseorang ;-) jangan dengan apa yang diucapkan tapi perhatikan apa yang menjadi kebijakannya. Dan jangan lupa tetap perhatikan sebab kebijakan yang tidak bisa bisasaja luput dari perhatian kita karena 'mereka' alihkan perhatian kita pada isue yang menguras energi ummat[misal kasus pembunuhan pake racun yang dibuat sangat heboh]... waspadalah!

semoga tercerahkan, dan menjadi amal soleh untuk yang nulisnya ;-)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar