Asuransi di masa perang

Dengan berbagai pemberitaan diberbagai media masa, khususnya kita sebagai masyarakat digital, arus informasi pada kenyataanya arus informasi tak dapat dibendung lagi oleh suatu rezim di suatu negera terentu, semua tersadarkan dan tercerdaskan dengan kebebasan informasi ini, banyak dampak positif dan tidak sedikit dampak negatif.

Khususnya berkaitan dengan asuransi keluarga, seharusnya disadari dengan meningkatnya berbagai konflik diberbagai penjuru dunia, ada kekhawatiran yang patut diperhitungkan kedalam perencanaan di dalam kehidupan 'normal' kita, sehabis era komunis, mungkin kita bisa namai sekarang era rafidoh, dimana dengan percaya diri agama ini ingin menetralkan[baca:menggantung, membunuh, menyembelih] musuh besarnya yang dianggapnya kafir dan halal darahnya, orang-orang ahlus sunnah. [di era modern ini]di mulai dengan suksesnya memporak porandakan afghanistan sedangkan russia saja tak mampu melakukan ini, disusul dengan mencaplok iraq diakhiri dengan digantungnya saddam husain, mungkin atas keberhasilan itu, kepercayaan diri timbul dengan rencana besar khayalan mengambil alih negeri dari kaum muslimin, negeri yang diramalkan nabi Isa akan turun. entahlah...

Selanjutnya, pertanyaan sederhana timbul; "apakah polis asuransi kita yang setiap bulan kita bayar premi asuransi nya, akan melindungi dari resiko semacam ini?". Tentu saja biasanya "kesadaran" kita mengambil alih setelahnya dengan ucapan; "ah.. itu kan di negara orang jaul. itu terjadi kan cuma di TV. kita mah ga mungkin ngalami hal yang macam itu. jangan mikir yang macem-macem.." kalau jawabannya seperti itu anda ga usah baca tulisan selanjutnya dibawah.. :-) kalau tidak silahkan baca lanjut..

Produk asuransi nya.

Asuransi dimasa perang? benarkan ada? jawabannya, tidak :-) tapi untuk jenis asuransi tertentu ini berlaku, dan terjadi[memang ada asuransi yang mengcover resiko perang]. Asuransi jenis ini bukan asuransi biasa seperti asuransi kesehatan, asuransi jiwa dan asuransi lainnya yang sifatnya untuk kepentingan individu/public. melainkan sebut saja, asuransi korporasi, dimana fihak tertanggung adalah perusahaan, dalam hal ini menurut dokument yang tercatat biasanya perusahaan penerbangan,

Asuransi dengan tanggungan resiko peperangan, biasanya menanggung segala resiko yang disebabkan/dikarenakan peperangan, diantaranya; invasi, pemberontakan, pembangkangan terhadap pemerintah yang berkuasa dan pembajakan. ada juga polis yang mengcover/memproteksi atas dampat persenjataan penghancur masal. Seperti yang dituliskan diatas, ini biasa digunakan untuk industri perkapalan[pengiriman muatan] dan pesawat terbang, dan penilaian dari nilai asuransi nya sendiri dihitung berdasarkan dari nilai kapal atau pesawat berserta penumpangnya. dan ada juga perhitungannya asuransinya atas rute yang diambil open pesawat atau kapal hendak menuju.

Adapun polis asuransi atas masa perang untuk individu untuk pesawat terbang dibatalkan setelah kejadian 11 september 2001, dan pemerintah federal Amerika serikat menyediakan asuransi resiko teror[terorisme] untuk melindungi resiko yang mungkin terjadi dialami pesawat terbang komersil.

Di negeri sendiri.

Di Indonesia sendiri, produk asuransi yang berhubungan dengan keadaan peperangan untuk kepentingan individu praktis tidak ada. tetapi bukan tidak ada sama sekali. Jelas, beberapa perusahaan asuransi lokal, diantaranya ada produk asuransi properti, yang memiliki manfaat tambahan perlindunan atas kejadian chaos, semisal; terorisme, kerusuhan. Meskipun banyak juga perusahaan asuransi yang mencari aman :-) Tinjauan realistis. kejadian-kejadian ini biasanya kejadian boleh dikatakan yang minor bukan peperangan yang sesungguhnya yang dipertanggungkan. Kalau terjadi peperangan bisa dipastikan perusahaan asuransi, apalagi perusahaan asuransi multinasional, telah memprediksinya dan segera mengamankan assetnya[termasuk uang kita] ke negeri yang lebih stabil membiakan modalnya. bagaimana dengan kita bilamana peperangan terjadi? kita ya apa yang ada di dompet kita, setelah itu mungkin apa yang ada dikepala kita untuk bertahan[survive], setelah itu yang terakhir apa yang ada di hati kita[pasrah atas segala ketentuanNYA atas diri kita yang lemah ini..].

Sebelumnya juga ada tulisan tentang asuransi terorisme dan tulisan tentang  asuransi, investasi dan survive ....;
investasi terbaik menurut survivalism.
investasi terbaik segala kondisi perekonomian.
semoga bermanfaat dan menjadi pertimbangan, toh alirah sempalan di republik tercinta ini tumbu subur karena dipupuk oleh pupuk terbaik dari luar negeri, dan ini bukan rahasia lagi, kalau Indonesia mulai macem-macem, benih ini tinggal diakftikan sesuai perintah untuk mendestabilisasi negara yang ga nurut titah the big brother :-).


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar