Kenapa iklan asuransi di tv kita seperti ini

Apapun yang dibuat team kreatif tentu adalah kreatifitas yang unggul yang mungkin pantas mendapatkan sebuah penghargaan, tetapi tentu dalam hal ini saya berbicara secara pribadi dan menganggapinya sebagai sebuah urusan pribadi.

Baik, pada suatu ketika datanglah waktu yang luang yang biasanya jarang terjadi dalam keseharian dikehidupan, sang waktu luang itu tiba-tiba menuntun untuk sejenak menyalakan televisi, ya mungkin sekarang mah karena sudah terkoneksi sama jaringan internet broadband mungkin kita lebih banyak menggunakan waktu luang untuk didepan leptop atau perangkat android lain untuk menonton channel favorit kita di youtube,
kenapa iklan asuransi di tv kita seperti ini
google tv

Pada waktu itu kebetulan masuk ke sesi iklan televisi, muncullah tayangan iklan sebuah produk asuransi kalau tidak salah produk asuransi jiwa. Di mana yang menarik nya adalah sebuah cerita yang dibawakannya, dan secara sadar geregetan juga mungkin mengkritik karena ketidak akuratan yang ada;

  • Ada cerita dari iklan televisi tentang asuransi, dimana sang ayahanda sudah meninggal dan mewariskan biaya pendidikan[asuransi pendidikan] anaknya untuk menggapai cita-citanya, tetapi yang sungguh disayangkan kenapa digambarkan dalam cerita itu anak kecil yang memegang sebuah gitar? saya pribadi mikir apa anak saya sekolahkan tinggi-tinggi hanya untuk jadi artis, meski tentu bukan sesuatu yang hina bilamana anak menjadi artis. tetapi coba bayangkan kalaulah pemikiran mainstream sepakat bahwa anak tercintanya ingin menjadi artis, lantas siapakan yang akan membangun negeri, siapakah yang mendidik generasi penerus, siapakah yang mengelola kelayaan negara tercinta ini, siapakah yang menjadi penentu kebijakan negara kita? saya pribadi mungkin sudah mulai bosan dengan hingar-bingarnya dunia hiburan, dimana orang-orang disibukan oleh nonton bareng kontes dangdut atau kontes artis wanna be. Saya mungkin lebih menyibukan diri untuk membuat rencana dan membaca literature untuk menambah wasasan dan kebijaksanaan dalam berfikir dan bertindak. tentu saja mungkin pemikiran rendahan seperti ini bukannya tidak bertentangan dengan iklan-iklan lain di televisi, selain iklan asuransi ditelevisi. sebelumnya juga sering mempermasalahkan idealisme dari para pembuat iklan misalkan produk susu anak, dimana diceritakan dalam iklan produk susu pertumbuhan anak itu, seorang akan berprestasi dalam kegiatan karate atau judo dan mendapatkan piala, kemudian sang ibunda memberikan hadiah segelas susu kepada juara kecil-nya. yang dipermasalahkan tentu; kenapa sang pembuat iklan tidak menggambarkan kalo anak yang berprestasi itu berprestasi di bidang olahraga pencak silat misalnya, atau berprestasi di bidang menari tradisional atau bahkan kalau perlu berprestasi dibidang bulutangkis, iya kan, bukannya bulutangkis malah disponsori oleh produk rokok. hmmm..
  • Ada pula cerita dari iklan asuransi di televisi yang mengangkat cerita seorang suami dan ayah yang ceroboh dan tak bisa diharapkan tetapi si ceroboh itu sudah tepat mengambil keputusan mempercayakan urusan masa depan keluargannya pada suatu perusahaan asuransi. hmm.. bagi saya ini sedikit mengundang pertanyaan kenapa, apakah kita memang harus se'tolol' lantas serahkan pada 'yang ahlinya' dengan syarat dan ketentuan berlaku. masukan saya pribadi untuk iklan ini mungkin harusnya, digambarkan bahwa yang mempunyai polis asuransi dari perusahaan mereka adalah orang yang berharapan dan berencana dan cerdas dalam menentukan produk asuransi mana dari perusahaan siapa dia hendak mempercayakan masa depan keuangan keluarganya. 
Semoga saja tulisan curhat yang masih berhubungan dengan asuransi ini menjadi inspirasi bagi fihak-fihak yang terkait baik itu secara langsung atau tidak untuk menyisipkan pesan moral, idealisme dan harapan yang tinggi ke benak khalayak ramai. not just profit atas invest yang dikeluarkan, please..


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar